News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi jalur Perseorangan Masih Dapat Lengkapi Syarat Dukungan

Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi jalur Perseorangan Masih Dapat Lengkapi Syarat Dukungan


RMT, Bukittinggi:  Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kota Bukittinggi optimis tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada)  serentak 2020 berjalan lancar hingga masa pemungutan suara di 9 Desember mendatang, dan ditetapkannya Walikota dan Wakil Walikota terpilih untuk memimpin daerah ini lima tahun kedepan.

Ditengah masa Tatanan Kehidupan Baru (TKB), saat ini tahapan tersebut dilaksanakan seperti halnya rekapitulasi dukungan bakal calon Perseorangan yang diplenokan pada Senin (20/07/2020) di Grand Royal Denai Hotel Bukittinggi. Rapat itu diselenggarakan KPU Bukittinggi menghadirkan  Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota bersama tim pemenangan, Bawaslu dan jajaran berserta unsur terkait lainnya, agenda ini digelar terbuka.


Pada paparan  hasil verifikasi administrasi dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual terhadap 3 Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi ditanggapi oleh Bapaslon Martias Tanjung dan Taufik DT Nan Laweh,  juga M.Fadli dan Yon Afrizal  dengan pernyataan mereka menolak hasil rekapitulasi syarat dukungan jalur perseorangan yang dilakukan oleh KPU Bukittinggi. Penolakan ini dilatar belakangi  sejumlah pencermatan pihak bapaslon itu sendiri.



Diketahui, syarat dukungan  perseorangan dengan menggunakan KTP Elektronik warga yang diverifikasi administrasi KPU terinci terhadap Bapaslon Martias Tanjung dan Taufik DT Nan Laweh sebanyak 7.530, M.Fadli dan Yon Afrizal sebanyak 8.359 dan Ramlan Nurmatias dan Syahrizal DT Palang Gagah sebanyak 20.254, termasuk syarat dukungan  Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Fakhrizal dan Genius Umar sebanyak 6.216. Sementara hasil verifikasi faktual terhadap syarat dukungan tersebut dengan diplenokan dirincikan Bapaslon Martias Tanjung dan Taufik DT Nan Laweh memperoleh total syarat dukungan  854, M.Fadli dan Yon Afrizal sebanyak 1.517 dan Ramlan Nurmatias dan Syahrizal DT Palang Gagah sebanyak 11.965

Ketua KPU kota Bukittinggi Heldo Aura mengatakan  berdasarkan hasil rekapitulasi ini, bakal pasangan calon (Bapaslon) yang memiliki kekurangan persyaratan dukungan   masih dapat mengupayakan  kelengkapan  selama tiga hari terhitung 25  - 27 Juli 2020, namun tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Ia menghargai pernyataan yang disampaikan Bapaslon terhadap penolakan hasil rekapitulasi dukungan, sesuai aturan pemilu  sikap keberatan atau menolak diperbolehkan  untuk  ditindaklanjuti KPU.


"Kekurangan yang harus dipenuhi Bapaslon Martias Tanjung dan  Taufik DT Nan Laweh, kemudian Bapaslon M.Fadli dan Yon Afrizal  terhadap dukungan perseorangannya dalam tengat waktu yang ditentukan. Dalam dinamika rekapitulasi, sesuai aturan  Bapaslon yang menyatakan keberatan itu dipersilahkan  mengisi  BA7, dan nanti kita pelajari apa keberatan yang diisi".imbuhnya

Ditempat yang sama Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi Ruzi Haryadi menyebutkan  pihaknya belum mengetahui bentuk aduan atau sengketa tahapan pemilukada dari Bapaslon yang menolak rekapitulasi dukungan bakal calon perseorangan yang dirapat pleno terbuka oleh KPU kota Bukittinggi. Namun  disebutkan Ruzi,  Bawaslu bertugas untuk mengawasi pelaksanaan pesta demokrasi pada pemilu agar terlaksana sesuai aturan yang jelas, termasuk menyelesaikan sengketa yang diterima oleh pihak mana pun, terkait pemilu. Ia menambahkan berita acara dan keputusan KPU itu bisa saja disengketakan,  tentu pihaknya harus menerima dulu aduan tersebut.


" berita acara dan keputusan  KPU dapat disengketakan, termasuk rekapitulasi dukungan bacalon perseorangan yang diplenokan KPU ini, bapaslon yang tidak menerima hasil berhak untuk melaporkan ke Bawaslu. Namun, kita belum terima bentuk aduannya,  jika sudah ada laporan pengaduan atau sengketa, kita akan pelajari dan diproses sesuai kewenangan Bawaslu, karena ada mekanismenya, waktunya juga 3 hari untuk menindaklanjuti aduan tersebut".ujarnya


Disisi lain, Komisioner KPU Yasrul menyebutkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kota Bukittinggi pada Pemilu 2019 lalu berjumlah 81.447 pemilih,  sedangkan hingga saat ini data dari kementerian dalam negeri terhadap warga yang berusia sesuai kepemilikan KTP berjumlah 87. 195 orang. Di masa 15 Juli hingga 13 Agustus PPDP akan mengupayakan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) kota Bukittinggi.  Dikatakan, agenda penting lainnya yang perlu diketahui publik adalah jadwal pendafataran Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi dalam Pilkada serentak tahun ini adalah 4 - 6 September 2020, dan 26 September mendatang merupakan awal diberlakukannya masa kampanye.
(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar