News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Karupuak Kamang yang Melegenda, Harganya Terdampak Covid-19

Karupuak Kamang yang Melegenda, Harganya Terdampak Covid-19



RMT, Kamang Hilia: Cuaca panas dengan terik mentari mendukung usaha yang dilakukan oleh dua orang perempuan tangguh dari Padang Sawah Jorong Nan Tujuah Nagari Kamang Hilia Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, pelaku UMKM terhadap panganan khas dengan sebutan Karupuak Kamang.

Yuzetlina (52), Sabtu (18/07/2020) ibu tiga orang anak yang menekuni produksi Karupuak Kamang sejak tahun 2008 silam merasakan dampak wabah pandemi covid-19 terhadap kelangsungan usahanya, hingga harga jual produk tersebut pun harus diturunkan dari besaran rupiah sebelumnya. Kondisi sulit lebih terasa disaat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lantaran  Karupuak Kamang itu dijual  ke pengepul atau toke dari luar kampungnya dalam bentuk mentah. Situasi serba terbatas membuat pelanggannya mengeluhkan biaya transport, pada akhirnya harga jual pun tidak seperti sebelum munculnya virus corona.

"Ya, harus kita terima untuk menurunkan harga jual ke toke, pertimbangannya biaya transport menjemput ke sini. Karupuak yang dijual dalam kondisi mentah. Tapi,ada juga di pasar  tradisional/ di nagari seperti di Aur Kuning atau Pasar Bawah  orang jual ini".ucapnya
Dalam sehari dirinya mengolah bahan baku ubi kayu seberat 100 Kg yang dibeli dari tangan petani singkong di Nagari Kamang Hilia, kemudian diproses, dikupas kulit dan dicuci bersih, direbus, dan dihancurkan hingga menjadi adonan. Nenek tiga orang cucu ini menyebutkan sejak awal produksi Karupuak Kamang yang diupayakan tetap mempertahankan kualitas, dimana bahan murni 100 persen dari ubi kayu ditambah daun bawang dan garam sebagai perasa. Ditambahkan, dirinya tidak menambahkan zat pewarna dan penyedap rasa  bahkan pengawet, agar snack itu tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Inovasi tetap diterapkan demi perkembangan sektor usaha kecil  industri rumah tangga ini, biasanya untuk menjadikan adonan ubi kayu atau singkong  berbentuk bulat dulu menggunakan botol sebagai penggiling, namun sekarang sudah ada sejenis mesin penggiling bertenaga asupan listrik sehingga hasil yang diperoleh efisiensi waktu dan hasil. Akan tetapi, untuk mencetak lingkaran masih membutuhkan sebuah cetakan dari kaleng.
Nurhayati (53), seorang ibu yang seprofesi sebagai pelaku UMKM produsen Karupuak Kamang mengatakan  jual beli kerupuk ini ikut terdampak dengan  pademi covid-19. Demi kelancaran operasional usaha yang digeluti, dirinya hanya dapat mengharapkan pinjaman kredit melalui perbankan, dikarenakan  sejauh ini ia belum pernah mendapatkan bantuan usaha seperti permodalan dari pemerintah.

"Belum ada bantuan dari pemerintah, kami berusaha sendiri dengan meminjam ke Bank untuk memproduksi Karupuak Kamang. Memang harus, kami lakukan".imbuhnya
Diterangkan Yuzetlina dan Nurhayati,  untuk menghasilkan kerupuk mentah siap jual secara sempurna memang dipengaruhi langkah penjemuran, dikarenakan masih mempertahankan  teknik bantuan sinar matahari, jika panas terik hanya butuh waktu 3 jam Karupuak Kamang siap dikemas, namun seandainya cuaca kurang bersahabat maka dilakukan metode lain yang tentu butuh waktu tambahan. Biasanya momentum hari raya Idul Fitri menjadi waktu terbaik untuk menghasilkan Karupuak Kamang, para perantau pun menjadikan panganan ini sebagai oleh-oleh atau buah tangan. Masa pandemi Covid-19 ikut membatasi gerak langkah masyarakat hingga perantau minang pun banyak tak pulang kampung atau mudik.
Karupuak Kamang sudah dikenal luas di seantero nusantara,hingga ke manca negara,teksturnya yang renyah, gurih untuk teman menyantap sate, gulai, sop, nasi,dan kuliner lainnya membuat lidah bergoyang menimbulkan suara kriyuk.
Yuzetlina dan Nurhayati merupakan perwakilan protret pelaku UMKM yang bertahan di era milenial dan konvergensi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memunculkan terapan dan terobosan, mereka bangga dan masih bersemangat menjadikan Karupuak Kamang tetap melegenda dan icon Nagari Kamang.  Diketahui, sekarang Karupuak Kamang diupayakan oleh sejumlah produsen  dengan berbagai varian rasa seperti rasa udang,buah naga dan varian menarik lainnya. (TJ)

 


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

1 komentar: