News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Linggai Park, di Kawasan Danau Maninjau Tanjung Raya Destinasi Familiar di Kabupaten Agam

Linggai Park, di Kawasan Danau Maninjau Tanjung Raya Destinasi Familiar di Kabupaten Agam

RMT, Lubuk Basung: di kelok Ampek Puluah Ampek, Denai Bamulo Barangkek, Tinggalah Kampuang,  Sanak Sudaro  Denai Barangkek Ka Tanah Jao, itulah salah satu penggalan lirik lagu ciptaan Masrul Mamuja yang dinyayikan Elly Kasim.  Ketika melintasi ruas jalan berliku dan berbelok dari Ambun Pagi Kecamatan Matur  menuruni 44 kelok, perjalanan kita terhenti di kelok 1 dan di Pasar Maninjau.

Salah satu pasar tradisional yang berada di kawasan Danau Maninjau. Nama Danau Maninjau sudah terkenal diseantero dunia, dikarenakan potensi alamnya yang elok dan indah, didukung oleh asal tokoh bangsa dan mendunia dari nagari di salingka danau vulkanik teknonik tersebut. Pamor Danau Maninjau diupayakan untuk kembali bangkit sebagai daerah tujuan wisata, "tak sah jika ke Sumatera Barat, jika tidak ke Danau Maninjau". Ketika pengunjung berada di spot  di Danau Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya,  keindahan  hamparan sawah yang membentang dan berjenjang, hingga menepi di pinggir danau yang tenang,  sensasi menarik lainnya yang dapat dilakukan para wisatawan adalah menjajal lidahnya dengan wisata kuliner,  keberadaan hewan spesifik yang hanya ada di Danau Maninjau tentu amat disayangkan terlewatkan, seperti olahan kuliner dan panganan berbahan baku Rinuak,Bada, Pensi dan varian lainnya.


Belakangan ketika tujuan wisata ke Danau Maninjau, pengunjung berfokus ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Taman Wisata Muko - Muko, dan sejumlah wisata lokal lainnya. Mencermati hal demikian, Pemerintah Kabupaten Agam mengupayakan realisasi  pembangunan wahana baru di  Linggai Nagari Duo Koto, yang dikenal dengan "Linggai Park".  Taman wisata  dan bermain dengan mendekatkan potensi alam lingkungan kepada publik, Linggai Park berada di tepian Danau Maninjau, memiliki lahan cukup luas dengan ditempatkan sejumlah sarana permainan anak,  dan latar seperti "Medan nan Bapaneh".   Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam Syatria Malin Mantari mengatakan di masa Tatanan Kehidupan Baru (TKB)  sekarang, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan termasuk di setiap destinasi wisata, Linggai Park memang diakui mendapatkan animo pengujung cukup baik,  lantaran masih baru  dioperasionalkan,  walaupun masih terdapat  keinginan untuk meningkatkan fasilitas yang diberikan kepada setiap pengunjung. Sabtu (25/07/2020)



Dikatakan Mantan Camat Tanjung Raya, Kabag Humas dan Kabag Kesra Kabupaten Agam ini, masa Tatanan Kehidupan Baru (TKB) dapat memberikan peluang tersendiri bagi masyarakat di lokasi wisata. Pasalnya, kepatuhan terhadap penggunaan masker, membuat bermunculan pedagang masker.

"Nah, konsep Pariwisata yang kita inginkan, ya itu meningkatkan  perekonomian masyarakat, dan pemberdayaan juga,  ketika ada objek wisata maka memberikan peluang positif bagi warga sekitar, tentu kita miliki acuan regulasi untuk dipatuhi. Jadi, jika pengunjung ketinggalan masker, jangan takut di kawasan Linggai Park  sudah ada orang yang jual".imbuhnya

Ia menambahkan, setiap pengunjung sebelum masuk diukur suhu tubuh dengan thermogun, mencuci tangan, pakai masker, dan membatasi jarak interaksi fisik serta sosial. Makanya, jika kapasitas pengunjung di Linggai Park maksimal 300 orang maka, selama Tatanan Kehidupan Baru ini dibatasi sesuai skema waktu tertentu, setengah dari angka itu.
"Ya, kita terapkan sistem antrean, jika sudah penuhi separoh dari kapasitas maksimal. Jangan ada keramaian di destinasi tersebut". ujar Syatria

Linggai Park menjadi kawasan wisata keluarga, beberapa spot foto dan selfie ditempatkan, fasilitas WC dan Mushola sudah disediakan. Tentu, kita ingin pengunjung terapkan sapta pesona, seperti menjaga kebersihan, kenyamanan, keamanan dan etika di kawasan tersebut.

Lebih jauh disebutkan, imbas positif sudah mulai tampak disamping ada masyarakat yang menjual masker,  munculnya pelaku UMKM  seperti  warung nasi, jajanan, hingga penyewaan boat untuk dinaiki wisatawan mengitari  arus Danau Maninjau.

"Insyallah, lambat laun perkembangan sektor pariwisata di Agam meningkat, Linggai Park pun akan ramai, masyarakat akan mendapatkan pengaruhnya".

Pengunjung yang akan menikmati pesona Linggai Park di kawasan Danau Maninjau ini  cukup membayar retribusi masuk sebesar Rp 3.000 /dewasa  dan Rp 2.000 /anak -anak, kemudian ditambah biaya parkir. Ditegaskan,  Pemerintah Kabupaten Agam menerapkan retribusi itu sesuai Peraturan Daerah yang berlaku. Pengunjung perlu mencermati tarif yang dikenakan, jangan sampai terjadi penyalahgunaan tertentu. Apalagi seiring waktu, akuntabel keuangan pun ikut  menggiring makanya  penggunaan transaksi non tunai seperti Brizzi menjadi salah satu terobosan yang baik, dikarenakan di sejumlah destinasi wisata di Sumatera Barat, pembayaran non tunai pun  sudah mulai familiar.
(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

1 komentar:

  1. Rekomendasi tempat makan yang Familiar di LINGGAI PARK, Dapur Mandeh. Cita rasa benar-benar sesuai dengan selera Nusantara

    BalasHapus