News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dari 445 GTK SMA/SMK/SLB se-Kota Bukittinggi yang Diswab pada Senin dan Selasa, 1 orang Terkonfimasi Positif Covid-19

Dari 445 GTK SMA/SMK/SLB se-Kota Bukittinggi yang Diswab pada Senin dan Selasa, 1 orang Terkonfimasi Positif Covid-19


RMT, Bukittinggi: Dinas Kesehatan kota Bukittinggi  berkoordinasi dengan Puskesmas Tigo Baleh menindaklanjuti adanya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 terhadap salah seorang guru di salah satu SMK Negeri di daerah ini. Tindaklanjut itu ditujukan bagi siapa saja yang memiliki riwayat berkontak langsung (fisik dan sosial) dengan pasien, warga Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).
 
Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi drg Yandra Ferri melalui Sekretaris dr Vera Maya Sari, Kamis (13/08/2020) di ruang kerjanya, lebih jauh mengatakan hasil Test Swab terhadap Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada satuan SMA/SMK/SLB se-kota Bukittinggi  yang dimulai sejak Senin (10/08/2020) hingga Selasa (11/08/2020) sebanyak 445 orang maka diterima hasil pemeriksaan Fakultas Kedokteran UNAND Padang dinyatakan 1 (satu) orang positif Covid-19. Sementara, jumlah GTK yang telah diswab pada Senin (10/08/2020) sebanyak 219 orang, 229 orang di Selasa (11/08/2020),  di hari Rabu (12/08/2020) sebanyak 277 orang, dan di Kamis (13/08/2020) sebanyak 255 orang. Dikatakan, rencana pelaksanakan Test Swab itu berlangsung hingga Sabtu (15/08/2020) dengan total GTK yang mengikuti sebanyak 1400 hingga 1500 orang.

Ia menerangkan salah seorang guru SMK Negeri yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu berjenis kelamin perempuan dan berusia 31 tahun. Ketika dihubungi via telepon, sambung Vera Maya Sari guru tersebut cukup Cooperative untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya, walaupun terdengar dari suara ditelpon bahwa ada suara anak. Tentu, dengan isolasi mandiri  menjadi upaya untuk penanganan, ia ingin virus ini tidak berdampak terhadap anggota keluarga si guru.

"Iya, bagaimana upaya untuk penanganannya sudah kita koordinasikan dengan pihak Puskesmas Tigo Baleh, kita sudah telepon guru yang positif Covid-19 itu, dari keterangannya bahwa dirinya tidak pernah melakukan perjalanan ke luar daerah dan menerima tamu dari luar daerah, ditambah lagi dirinya tidak merasakan gejala virus corona".ujarnya

"Ya,  dikarenakan guru ini usianya masih cukup muda,  kondisinya masih cukup baik makanya langkah penanganan yang dapat dilakukan dengan isolasi mandiri di rumah,ya mau gimana lagi, rumah sakit untuk karantina tidak ada, untuk kerumah sakit rujukan saja kita tidak bisa, sekarang isolasi hanya di BKPSDM Padang Besi, itu pun sudah penuh. Kendalanya disitu, ketika kita hubungi, kita sampaikan langkah -langkah yang harus dilakukan, ditelpon ada terdengar suara anak, tentu jangan sampai virus corona berdampak ke anggota keluarganya yang lain. Nah, itu kendala juga jika pasien yang positif covid-19 seorang perempuan, ibu rumah tangga, apakah bisa dia mendapatkan pemenuhan kebutuhan padahal disituasi harus dikarantika, apakah ada ruangan khsusus untuk isolasi dan menjaga jarak interaksi fisik dan sosial di rumah, sejauh mana seseorang yang diisolasi mandiri tersebut betah dan nyaman ketika berada dirumahnya sendiri, tadi juga si guru telah menelepon suaminya".tambah dr Vera



Lebih lanjut disebutkan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi Vera Maya Sari, ia akui ada tanggapan publik terlebih media yang meminta  keterangan detil dan terperinci tentang identitas seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19, rujukan tersebut memang tidak diizinkan menyebutkan dan menyampaikan secara terang-terangan si pasien, lantaran pertimbangan jika identitasnya menyebar luas ditengah publik, bagaimana jaminan seandainya situasi dan kondisi seseorang tersebut tidak diterima masyarakat disekitar tempat tinggalnya, terkesan "dikucilkan", pada akhirnya berujung terhadap psikologis pasien, jangan sampai menjadi beban pikiran hingga menurunya imunitas tubuh. Bukankah virus corona rentan disaat kekebalan tubuh seseorang menurun dan lemah, diperparah  dengan adanya riwayat penyakit penyerta.

"Makanya kita tidak sampaikan identitas lengkapnya pasien, demi menghindari dampak terburuk, seseorang yang terkonfirmasi positif covid-19 masih dapat sembuh, jika imunitasnya  normal atau baik, maka kita tidak ingin masyarakat mengucilkan, dengan pemberitaaan yang terkesan menyudutkan, seharusnya membangun motivasi agar mereka segera sembuh dengan langkah penanganan  yang diberikan dari tenaga kesehatan".imbuhnya




Pihaknya berkoordinasi dengan lini terkait mulai RT/RW, Kelurahan, Kecamatan untuk menyikapi adanya kasus warga yang terkonfirmasi positif covid-19,  sikap bijak yang harus diterapkan masyarakat di masa sekarang adalah  patuh dan disiplin protokol kesehatan, seperti wajib menggunakan  masker, mencuci tangan, mengkonsumsi makan bergizi seimbang, mempertahankan imunitas tubuh dan membatasi interaksi fisik serta sosial. Dewasa ini, fenomena yang terjadi bahwa massa cenderung lengah dengan potensi penyebaran virus corona,  apalagi ditengah Tatanan Kehidupan Baru (TKB) beragam aktivitas pun dapat dilakukan tidak seperti  waktu pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar