News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Belajar dengan Barista di Vietnam, Akhirnya Kopi Lain Hati Hadir di Bukittinggi

Belajar dengan Barista di Vietnam, Akhirnya Kopi Lain Hati Hadir di Bukittinggi




RMT, Bukittinggi:Filosofi Kopi merupakan  sebuah buku fiksi hasil sastra Dewi Lestari yang familiar disapa Dee, Buku ini anugerahi sebagai karya sastra terbaik tahun 2006 oleh Majalah Tempo, dan dinobatkan menjadi 5 Besar Khatulistiwa Award kategori fiksi.

Diketahui, Buku Filosofi Kopi menggambarkan tentang Barista handal peramu kopi yang berhasil mengembangkan talentanya mendirikan dan mengembangkan bisnis  tentang kedai kopi. Dalam Buku Filosofi Kopi terungkap makna bahwa  seseorang akan menahan nafasnya saking takjub ketika  meminum sebuah ramuan kopi dan cuma dapat berkata "hidup ini sempurna". Kopi yang dihasilkan Barista sangatlah enak dan tidak ada tandingannya.


Kali ini, kita tidak memperdalam tentang Buku  Filosofi Kopi yang terkenal itu, milik Dee. Akan tetapi, pembahasan diakui memang terkait dengan kopi. Secara etimologi Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab: "qahwah" yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Selanjutnya,  kata "qahwah" kembali mengalami perubahan menjadi "kahveh" yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini. Kisah perempuan tangguh berjiwa  Entrepreneur dan berbagi kebaikan itu bernama Nurhayana, dirinya adalah Owner Kopi Lain Hati Bukittinggi  yang beralamat di jalan DR Hamka Gurun Panjang Kecamatan Guguak Panjang.


Kopi Lain Hati Bukittinggi   saat ini menjadi pilihan massa, terutama para penikmat dan penggila kopi, hingga salah satu sentra kuliner tersebut viral di daerah ini. Kenapa tidak, tanya apa alasannya?. Faktanya, siapa yang tak mengenal brand Kopi Lain Hati di Indonesia, dikarenakan produk kopi yang disuguhkan memiliki karateristik luar biasa disaat seseorang meminumnya. Di ibukota Negara kota Jakarta, nama  Kopi Lain Hati sudah fasih diucapan,  jelas dipenglihatan dan  nyaring di telinga publik. Sementara di Kota Bukittinggi,  baru satu-satunya dirintis oleh Nurhayana, walaupun di kota Padang sudah ada 2 bisnis ini dilirik pengusaha lain.


Nah, sebenarnya Nurhayana sudah dipastikan dikenal masyarakat Sumatera Barat, pasalnya bisnis kuliner yakni Cake dan  Bakery   lebih dulu dirinya rintis dan berkembang pesat,  saat ini sudah ada 30 outlet "Elna Cake and Bakery" menjawab kebutuhan konsumsi panganan publik.
 
Ia menjadi owner Elna Cake and Bakery  yang mampu memberikan  dampak positif bagi orang lain, bisa jadi jiwa kewirausahaan yang sangat tinggi ia miliki  bisnisnya pun berlanjut ke Kopi Lain Hati Bukittinggi. Nurhayana kepada insan pers, Selasa (25/08/2020) mengatakan Kopi Lain Hati Bukittinggi ini resmi  beroperasi di Juli lalu, hingga sekarang  sudah menampakkan progresnya, walaupun  di  masa Tatanan Kehidupan Baru (TKB) atau New Normal,  pengunjung datang silih berganti. Namun tetap mengacu pada Protokol Kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. 


Kopi Lain Hati Bukittinggi menjadi sasaran  orang, dilatarbelakangi sejumlah faktor pendukung, disamping kualitas  biji kopi dan rasa yang dihasilkan untuk diseduh dari hasil karya Barista teamnya,  tata letak dan lokasi sentra ini amat strategis untuk dikunjungi. Disebutkan, pengunjung dan pelanggan Kopi Lain Hati Bukittinggi tidak kenal batasan, baik gender, usia, profesi dan sebagainya.  


Menurut perempuan asal Sungai Sariak kota Pariaman ini,  keberadaan Kopi Lain Hati Bukittinggi bukan semata untuk jualan kopi tetapi lebih memfasilitasi orang untuk mendapatkan kesan tersendiri. Jika ditilik dari Buku Filosofi Kopi karya Dewi Lestari tadi, ada benarnya cerita fiksi yang dikisahkan sepertinya dimaknai oleh Nurhayana.


Ia adalah salah seorang  penikmat dan penyuka kopi, bahkan dalam sehari  butuh setidaknya tiga gelas kopi untuk diminum. Dikatakan, minum kopi boleh disebut hobbinya. Bahkan, kegemaran untuk mengkonsumsi kopi bukan sekedar minum, dirinya mengupayakan pengalaman tentang kopi dengan mempelajari ilmu sebagai Barista, tak tanggung-tanggung usaha untuk mempelajari cara meracik komoditi ekspor tersebut  hingga ia tempuh di negara Vietnam. 


Loh, kok sejauh itu belajarnya, buk? mungkin itulah pertanyaan yang terlontarkan. Nurhayana mencermati di Vietnam kopi yang disajikan begitu enak,  di negara tersebut kopi yang dijual dipinggir jalan pun kualitas dan rasanya membuat ingatan  seseorang   tertuju pada kopi yang diminumnya. Ibu yang suka senyum ini membuktikan ilmu meracik kopi yang dipelajari sejalan dengan cita-cita dan harapannya untuk memiliki kedai kopi pribadi.

"Saya orangnya suka kopi, kemana mana pasti minum kopi. Awalnya sekitar dua tahun lalu saya terbang ke Vietnam untuk mempelajari ilmu membuat kue, kan usaha awal saya (Elna Cake and Bakery), kemudian seperti ungkapan sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui makanya hobbi minum kopi itu membuat saya belajar meracik kopi dari Barista di Vietnam. Memang, suka sekali minum kopi,  ketika berada di negara  berjulukan negeri seribu gajah itu, saya menikmati kopi sehari sampai tiga kali, di hotel minum kopi, siang dan malam saya juga menjajal kedai kopi di Vietnam. Uniknya, kopi yang dijual didaerah itu semuanya enak, walaupun dipinggir jalan, kopi yang diolah tidak pakai mesin pun rasanya tetap enak. Disitu saya mulai berkeinginan untuk membuka kedai kopi di Bukittinggi. Cerita cerita sama teman, dan cari info akhirnya di bulan Juli kemarin keinginan itu Alhamdulillah terwujud, sekarang bapak bisa lihat sendiri".ujarnya


Hadirnya Kopi Lain Hati Bukittinggi tidak membuat dirinya berpuas diri dengan bisnis yang dijalani, akan tetapi semangat untuk memberikan kebaikan bagi orang lain  melatarbelakangi  prinsip hidup. Persoalan kebutuhan lapangan pekerjaan perlu mendapatkan perhatian bersama stake holder. Lambat laun solusi itu mulai tampak,  jika Elna Cake and Bakery membutuhkan tenaga kerja cukup banyak untuk memproduksi kue dan cake, maka sejauh ini Kopi Lain Hati Bukittinggi baru milki sembilan orang tenaga kerja. Diakhir ceritanya kepada jurnalis,  ia tengah mempersiapkan bisnis tentang kopi yang akan dihadirkan di city of randang kota Payakumbuh. Tentu, momentum itu akan dikabarkan pada sesi berikutnya.

"Insyallah, semoga terwujud nanti kedai kopi seperti ini juga kita hadirkan di Payakumbuh".tambahnya


Ditempat yang sama, Nurhayana memperkenalkan  seorang pemuda bernama Ridwan yang merupakan adik laki - laki kandungnya. Diinformasikan, pria kelahiran tahun 1993 ini ditunjuk sebagai Manejer Kopi Lain Hati Bukittinggi. Kepada media Ridwan menyebutkan terdapat 36 varian menu yang ditawarkan bagi penikmat dan penyuka kopi. Biasanya waktu yang ramai di tempat ini pada Jumat - Minggu,  namun dari Senin - Kamis masih berdatangan pembeli ke Kopi Lain Hati Bukittinggi, dari semua klasifikasi umur. Tapi, di Jumat - Minggu didominasi kaula muda, apalagi di tiga hari itu pihak manajemen menghadirkan insan seni untuk menyuguhkan live music. Ditambahkan alumni jurusan Sistem Informasi UIN Sultam Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau tahun 2013 ini,  dari 36 menu yang ada itu, varian Es Kopi Main Hati menjadi The Best Seller lantaran  menu tersebut berupa kopi ditambah susu dan es batu, pemanisnya menggunakan gulo anau (gula aren).


Dijelaskan Arid sapaan akrabnya, masyarakat mungkin melihat tampilan tempat dan disain Kopi Lain Hati Bukittinggi ini mendasari  harga atau rate produk yang diperjualbelikan, anggapan itu ia bantah. Kopi Lain Hati Bukittinggi menghadirkan 36 menu minuman kopi dengan harga terjangkau oleh semua kalangan berkisar di nominal Rp 12.000 - Rp 85.000. 


"ada juga mungkin orang beranggapan seperti itu bang, lihat tampilan Kopi Lain Hati Bukittinggi yang representatif, dipinggir jalan strategis, tentu harga kopinya mahal. Tapi, disini harga produk kita dengan 36 menu itu bisa disesuaikan dengan selera dan isi kantong kok. Nah, kok ada harga kopi kita 85 ribuan, itu kopi apa sih.  Itu kemasan/takarannya banyak, sebotol loh. Disini ada yang sesuai dengan jajanan anak sekolah, mahasiswa, pegawai kantoran. Coba abang lihat bapak yang tua di pojok sono,  saya lihat beliau sudah berlangganan ke sini. Jadi, Kopi Lain Hati bukan untuk minum kopi, duduk dan makan kue saja,  ketika hadir ditempatkan upaya silahturrahmi diwujudkan,  anggota keluarga, sanak family, karib kerabat dapat bercengkrama dengan santai. Kita jumat hingga minggu hadirkan musik secara langsung. Pengunjung dapat request dan bernyanyi  bersama, menghilangkan atau mencari solusi dari persoalan yang dihadapi".ucapnya


Arid menerima saran untuk perubahan dan kemajuan Kopi Lain Hati Bukittinggi ke arah yang lebih baik kedepan, sebagaimana pernyataan uninya sendiri Nurhayana bahwa segera akan diwujudkan sentra kopi di kota Payakumbuh di Jalan Soekarno -  Hatta dengan suguhan kopi yang tak kalah hebohnya. Jika anda ingin merasakan sesuatu yang berkesan segera ke Kopi Lain Hati Bukittinggi, dengan hastag #DARIKOPIKEHATI #PINDAHKELAINHATI

Sumber: Wikipedia
(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar