News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jangan Kira 25 Ribu Rupiah Tak Mampu Mewujudkan Bangunan Tugu Bersejarah Senilai Lebih 5,5 Miliyar di kota Bukittinggi, Harus Dijaga dan Dirawat

Jangan Kira 25 Ribu Rupiah Tak Mampu Mewujudkan Bangunan Tugu Bersejarah Senilai Lebih 5,5 Miliyar di kota Bukittinggi, Harus Dijaga dan Dirawat



RMT, Bukittinggi:  Bukittinggi memang diakui sebagai kota beragam keistimewaan hingga sejumlah prediket atau icon melekat kuat dinamanya. Terbukti dengan keberadaan Polisi Wanita (Polwan) pun berasal dari daerah ini, fakta sejarah yang menjelaskannya adalah berdiri sebuah tugu di salah satu ruas jalan protokol yakni di Jalan Sudirman -  Stasiun yakni " Tugu Polwan".

Bangunan bernilai historis tinggi itu mendapat pencermatan Polri, dimana beberapa hari ini menjadi fokus pelaksanaan Napak Tilas dari  Tim Pusat Sejarah (Pusjarah) institusi kepolisian.Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Sejarah(Kapusjarah Polri) Brigadir Jenderal Polisi Apriastini Bakti Bugiansri, SIK yang langsung hadir di kota Bukittinggi.

Kegiatan Tim Pusat Sejarah Polri ini disambut oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dalam jamuan makan malam yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Walikota di Belakang  Balok, Selasa Malam (18/08/2020), Walikota Ramlan Nurmatias bersama Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso menemani  sesi silahturrahmi jenderal bintang satu tersebut, beserta tamu dan undangan lainnya.






Brigjend Pol Apriastini Bakti Bugiansri, SIK mengatakan pihaknya melakukan napak tilas ke Tugu Polwan Bukittinggi sekaligus melihat keberadaan dokumentasi Polri yang ada di daerah ini. Disebutkan,  upaya perawatan terhadap Tugu Polwan harus dilakukan, sejak diresmikan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kapolri Jenderal Pol.Drs Badrodin Haiti pun pimpin peresmiannya kala itu di kota ini.

Kondisi Tugu Polwan yang ada di Bukittinggi harus dicek kondisinya agar tidak rusak, dan jika mengalami keretakan kontruksinya, walaupun kecil tetap diperbaiki segera.  Lantaran, Tugu Polwan itu menelan biaya pembangunan senilai lebih 5,5 Miliyar rupiah dan dana tersebut berasal dari sumbangan Rp 25.000 per polwan  se-Indonesia, dengan 20 ribu  orang yang ikut berdonasi.





Menurut Brigjend Pol Apriastini Bakti Bugiansri, SIK merupakan mantan ajudan Almarhumah Ani Yudhoyono,  jika Tugu Polwan mengalami rusak berat maka sulit dibangun kembali, dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki Polri ditengah pandemi Covid-19.

"Kita tinjau keberadaan Tugu Polwan di sini, dan dokumentasi Polri  yang ada di Bukittinggi. Harus dibenahi jika ada yang retak, harus segera diperbaiki. Pengawasan tetap dilakukanlah, jangan sampai kerusakan berat. Pemerintah daerah harus berdedikasi terhadap bangunan bersejarah itu".ujarnya





Kunjungan Tim Pusjarah Polri berlangsung hingga Sabtu (22/08/2020), sebelum jamuan makan malam di Balairung Rumah Dinas Walikota Bukittinggi, paginya tim meninjau Markas Polres Bukittinggi, bangunan itu pun tetap dirawat dengan  baik dikarenakan termasuk  bukti sejarah sebagai cagar budaya yang patut dilestarikan.

Enam Polisi Wanita (Polwan) Indonesia Pertama Kali Lulus di SPN Bukittinggi

1 September 1948 merupakan waktu yang harus diingat oleh setiap Polisi Wanita (Polwan) diseluruh penjuru nusantara, dikarenakan pada masa itu pertama kalinya hadirnya kesatuan polwan.

Di era itu,  Pemerintah Republik Indonesia memberikan mandat kepada Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi untuk membuka pendidikan kepolisian bagi wanita. Hasilnya, terpilih enam orang gadis remaja lulusan sekolah menengah untuk mengikuti pendidikan kepolisan wanita tersebut.

Keenam perempuan itu adalah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher, semuanya berdarah Minangkabau.

Kemudian, keenam calon petugas wanita itu menjalani pelatihan sebagai Inspektur Polisi bersama dengan 44 peserta pria. Mereka mulai mengikuti pendidikan di SPN Bukittinggi pada 1 September 1948, yang kemudian ditetapkan sebagai hari kelahiran Polwan di Indonesia.

(RA/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar