News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jangan Lengah dengan Pandemi Covid-19, Justru Tingkatkan Imunitas Tubuh dan Terapkan Protokol Kesehatan, Ada Kisah Seseorang yang Remehkan Virus Corona

Jangan Lengah dengan Pandemi Covid-19, Justru Tingkatkan Imunitas Tubuh dan Terapkan Protokol Kesehatan, Ada Kisah Seseorang yang Remehkan Virus Corona

RMT, Bukittinggi:  Perkembangan pandemi Virus Corona di Sumatera Barat saat ini semestinya menjadi perhatian dan pencermatan serius  bagi setiap individu untuk bersikap selektif,  protektif, dan preventif terhadap potensi yang mungkin saja dapat terjadi dan dialami seseorang, jika lengah dan meremehkan situasi serta kondisi dari  bencana non alam, Covid-19.

Beberapa hari ini terjadi penambahan kasus warga ranah minang yang terkonfirmasi positif Covid-19, hingga status atau zona  disejumlah daerah pun berubah baik dari hijau ke kuning, orange bahkan merah. Sejatinya zona tersebut menjadi acuan untuk menyatukan persepsi  guna memutus mata rantai Covid-19, bukan malah memunculkan argumentasi dan isu bahwa Virus Corona itu tidak ada atau nyata, melihat musibah yang dialami saudara kita yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 apakah masih kurang bukti menjelaskan Virus Corona itu benar-benar ada, bukan sesuatu yang mustahil, bukan cerita dan isapan jempol belaka. Sejumlah warga meninggal dunia  akibat dampak terpapar virus ini.  Informasi di media tentang wabah virus corona bukan untuk menimbulkan kepanikan, stress/beban pikiran  hingga menurunnya imunitas tubuh, akan tetapi sebaliknya informasi tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan, kepatuhan dan kesadaran menerapkan protokol kesehatan. Miris,  informasi dan berita dari narasumber  berkompten masih dianggap hoax oleh publik terutama ketika dishare di media sosial, kebanyakam netizen saling bully komentar dan mengomentari informasi dan berita itu sendiri. Memang diakui tak ada gunanya menghadapi netizen yang hanya bisa "ngomong doang", " sok tau", "acuh tak acuh", "berasumsi yang tidak jelas", hingga berujung menimbulkan kegaduhan bagi pengguna media sosial lainnya. Pemilik akun media sosial harus bijak dalam berselancar di dunia maya, jangan sampai berujung dengan pelanggaran  Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-undang nomor 11 tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.
Masyarakat perlu menyadari Virus Corona  dapat memperparah penyakit yang dialami seseroang atau dengan kata lain,  seseorang yang memiliki penyakit penyerta lebih rentan terhadap virus ini, tapi tetap didasari imunitasnya. Kita jangan salah menafsirkan ketika seseorang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 kemudian dia meninggal dunia atau tidak. Bukankah kita yakin jodoh, rezeki dan maut adalah kuasa illahi, disaat seseorang meninggal dunia karena covid  memang sudah janjian dari Tuhan Yang Maha Esa, namun kita dituntut untuk menghindar dan menyelamatkan diri dari sesuatu yang membahayakan, begitu juga menjauh dari pandemi virus corona, bukan pasrah dan  menyerah.
Sekarang, pelaksanaan Tatanan Kehidupan Baru (TKB) atau New Normal menyebabkan masyarakat tidak peduli dengan protokol kesehatan, seperti mengukur suhu tubuh, menggunakan masker, mencuci tangan dan  hand sanitizer, menjaga jarak interaksi fisik dan sosial. Faktanya, seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil Test Swab masih dapat sembuh  dengan mengikuti indikator penanganan  baik isolasi mandiri di rumah, di ruang isolasi /karantina atau di fasilitas rumah sakit rujukkan. Sejauh mana masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.
Baru baru ini, publik mempertanyakan perkembangan Covid-19 di Sumatera Barat apakah dapat membuat diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sedangkan pelaksanaan Tatanan Kehidupan Baru  menyatakan  seseorang dapat kembali menjalani aktivitas dan rutinitas sesuai profesinya, namun penuhi protokol kesehatan cegah Covid-19. New Normal bukan dimaknai Normal,  publik harus terbiasa dengan masker, hand sanitizer, mengkonsumsi makanan dan minuman yang meningkatkan serta mempertahankan imunitas tubuh. Penerapan PSBB lalu memberikan beragam dampak, hingga pembatasan  itu dilonggarkan sekarang.  Disebagian daerah, masyarakat masih dapat melaksanakan kegiatan seperti resepsi pernikahan, dan agenda yang dapat menimbulkan banyak orang. Sementara, di lapangan tak terpenuhi protokol kesehatan,  berdatangan tamu dan anggota keluarga dari luar daerah memicu terjadi transmisi, diperparah seseorang dapat terjangkit virus corona dengan tanpa menunjukkan gejalanya. Belum lagi di fasilitas umum serupa di objek wisata, pasar, dan sarana umum lainnya mulai menampakkan progresnya.
Ada sesuatu yang patut menjadi pelajaran  berharga yang dialami salah seorang warga kota Bukittinggi yang terkonfirmasi Positif Covid-19 berjenis kelamin perempuan, saat ini tengah jalani penanganan di ruang perawatan Isolasi  Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah Dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Kisahnya diawali dengan  almarhumah ibunya merupakan suspec Covid-19,      kemudian si anak meremehkan tentang Virus Corona.  Hasil Test Swab ibunya dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, sesudah  almarhumah ibunya meninggal dunia.  Si anak sempat marah kepada pihak rumah sakit dan tidak percaya adanya virus corona. Alhasil, ketidakpercayaan, keangkuhan dan masa bodohnya, anak almarhumah ibu tersebut saat ini tengah diisolasi di RSAM lantaran terpapar Covid-19.  Masihkah ada yang tidak percaya dan meremehkan Covid-19?,  akankah protokol kesehatan itu dapat diterapkan atau tidak?, pertanyaan itu muncul dan menjadi bahan intropeksi kita bersama. Virus corona bukan untuk ditakuti, justru kita harus membiasakan  dengannya melalui penerapan protokol kesehatan, menjelang adanya vaksin yang teruji dan terbukti dapat menyembuhkan pasien yang terkonfirmasi positif.
Protokol kesehatan Covid-19 menjadi cara ampuh untuk mencegah penularannya.  Hal demikian disampaikan Direktur dr Khairiul Said, Sp.M melalui Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Achmad Mochtar  (RSAM) Bukittinggi Murshalman Chaniago, selanjutnya mengatakan  hingga pukul 18.00 wib Kamis (27/08/2020) terdapat 34 Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tengah mendapatkan perawatan di ruang isolasi rumah sakit ini. Selang beberapa jam berikutnya, yakni di pukul 21.00 wib terjadi penambahan 1 orang pasien yang terkonfirmasi positif virus corona asal Kabupaten Agam, sehingga sampai pukul 21.00 malam ini total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 35 orang, sedangkan terdapat 2 orang suspect yang mendapatkan perawatan di RSAM Bukittinggi hingga berita ini disampaikan ke publik.
Murshalman Chaniago yang familiar disapa Pak Cha ini menyampaikan  rincian pasien tersebut  adalah FH perempuan berusia 71 tahun, dirinya bukan warga kota Bukittinggi dikarenakan KTP yang dimiliki tertera dari Sumatera Utara,  nenek ini sudah 1 bulan menjalani perawatan di ruang isolasi RSAM, diketahui hasil swabnya keluar ketika datang ke rumah anaknya yang berdomisili di kota Bukittinggi.Selanjutnya Pak Cha menerangkan pasien terkonfirmasi positif covid-19 warga kota Bukittinggi yaitu LG, perempuan berusia 37 tahun, awalnya suspect namun  hasil swabnya sudah keluar positif. Seterusnya,  hari ini ada 4 (empat) orang warga kota Bukittinggi mulai diisolasi di RSAM Bukittinggi masing-masing HA, Laki laki berusia 60 tahun,  SA berjenis kelamin laki -laki berumur 64 tahun, PC bejenis kelamin laki-laki berusia 15 tahun dan VC laki -laki berusia 14 tahun. Sementara 29 orang pasien yang terkonfirmasi positif virus corona lainnya berasal dari luar Bukittinggi yaitu Kabupaten Agam, kota Padang, Tanah Datar, Payakumbuh dan Limapuluh Kota.  Sedangkan dua orang suspect yang juga dirawat di RSAM Bukuttinggi adalah A laki-laki berusia 60 tahun, warga Kabupaten Agam dan AW laki laki berusia 30 tahun warga kota Padang Panjang.
Disebutkan, sejak 17 Maret 2020 hingga sekarang Kamis (27/08/2020) pukul 21.00 wib total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang mendapatkan perawatan di RSAM Bukittinggi berjumlah 79 orang terinci  atas 35 orang tengah dirawat sekarang, 38 orang dinyatakan sembuh dan 6 orang meninggal dunia.
"janganlah kita lengah mencermati perkembangan kasus terkonfirmasi positif virus coroma saat ini.  Kita harus patuh, disiplin dan sadar untuk menerapkan protokol kesehatan dimana pun dan kapan pun.  Iya, masih ada warga yang meremehkan Covid-19, bahkan bilang Virus Corona tidak ada atau tidak nyata. Miris kita melihat asumsi dan argumentasi yang mengkaitkan persoalan bencana non alam ini dengan situasi politik, provokasi dan potensi yang tak baik dan beralasan lainnya".ujarnya


"Kurang bukti apalagi yang menjelaskan Virus  Corona bukan cerita saja, atau rekayasa dan sebagainya. Masih ingat kita ulama kita di kota Bukittinggi dan istri beliau meninggal dunia dampak Covid-19, janganlah meremehkan dan masa bodoh dengan protokol kesehatan".tambahnya

Khalayak ramai belakangan juga dihebohkan dengan sikap warga disebuah daerah, dimana anggota keluarganya meninggal dunia  dengan hasil terkonfirmasi positif virus corona, namun tidak menerima dikebumikan sesuai protokol covid.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar