News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kadis Dikbud Bukittinggi Melfi Abra: Pelajar SMP dan SMA sederajat untuk Rencana Awal Belajar dengan Tatap Muka di Sekolah

Kadis Dikbud Bukittinggi Melfi Abra: Pelajar SMP dan SMA sederajat untuk Rencana Awal Belajar dengan Tatap Muka di Sekolah


RMT, Bukittinggi: Keinginan, harapan, dan kerinduan peserta didik untuk beraktivitas di lingkungan sekolah  saat ini tengah berlangsung dan berproses untuk terjawab pada waktu yang ditentukan.

Hal itu terbukti dengan pelaksanaan test swab terhadap insan pendidik dan kependidikan  pada  Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat se-Kota Bukittinggi, kurun waktu 4 hari terhitung di Senin 27 Juli lalu.




Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Melfi Abra mengatakan, pihaknya optimis seluruh warga sekolah baik guru, petugas sekolah hingga penjaga sekolah berserta keluarganya   dalam kondisi sehat dan hasil pemeriksaan test swab yang dilaksanakan ini  nantinya negatif. Dengan terdapatnya 802  orang yang menjalani test swab  tersebut menjadi bukti kesiapan untuk menjalani proses pembelajaran denan tatap muka di sekolah nanti, diakui jika  kota bukittinggi masih bertahan di zona hijau  sekarang besar kemungkinan sekolah smp dan sma diperbolehkan melaksanakan  kegiatan belajar mengajar tidak dalam jaringan atau luar jaringan.


"Kita berharap seluruh pendidik dan tenaga kependidikan serta penjaga sekolah yang ikuti swab ini hasilnya negatif. Ini persiapan kita untuk menghadapi pembelajaran dengan tatap muka".ucapnya

Ditambahkan Melfi Abra, untuk satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar masih menunggu acuan  regulasi dan mekanisme  pelaksanaannya, secara bertahap jika kegiatan belajar sudah dilakukan dengan tatap muka di sekolah menengah pertama dan atas maka paud dan sd pun  mendapatkan tindaklanjutnya.




"Kita ikuti regulasi,untuk awal sekolah yang akan melaksanakan tatap muka SMP sederajat dan SMA sederajat dulu. Kalau PAUD dan SD Belum, jika telah berlangsung pembelajaran, kita evaluasi dan secara bertahap kita lihat dulu. Semoga tidak ada penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif covid-19".tambah Melfi




Sementara itu, ketika pelaksanaan test swab  yang dikuti insan pendidik dan kependidikan serta penjaga sekolah  selama empat hari itu ditemukan rasa kekhawatiran  dan takut bagi sasaran kegiatan tersebut, sejumlah pernyataan guru yang disuarakan melalui RRI bahwa  test swab  tidak mengenakan, padahal petugas hanya mengusapkan cairan khusus  untuk mengambil sampel  di saluran tenggorokan atau laring.  Kemudian,  petugas pun mengenakan alat pelindung diri lengkap, dan sarung tangan yang digunakan  dirancang 1 kali pakai untuk satu orang yang diperiksa,  tidak butuh waktu lama hanya hitungan detik untuk pengambilan sampel, sehingga sesorang yang akan di swab harus membuka lebar rahangnya dan menjulurkan lidah kedepan seraya menahan  agar tidak batuk.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar