News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kapusjerah Polri Brigjend Pol Apriastini Bakti: Tugu Polwan di Kota Bukittinggi adalah Bukti Sejarah, Pemda bersama Polres Sampai Kapan Pun harus Jaga, Rawat dan Lestarikan

Kapusjerah Polri Brigjend Pol Apriastini Bakti: Tugu Polwan di Kota Bukittinggi adalah Bukti Sejarah, Pemda bersama Polres Sampai Kapan Pun harus Jaga, Rawat dan Lestarikan



RMT, Bukittinggi: Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri Brigadir Jenderal Pol Apriastini Bakti Bugiansri, SIK ingin Tugu Polwan di Jalan Jenderal Sudirman kota Bukittinggi telah menjadi salah satu Icon daerah  seluas 25, 24 Km per  segi ini.  Hal itu dikatakannya ketika meninjau langsung dalam rangkaian Napak Tilas dan Dokumentasi sejarah Polwan, Rabu (19/08/2020).  Beberapa Polwan dari Mabes Polri hingga Sabtu (22/08/2020)  berada di kota Bukittinggi, ia didampingi Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso melihat kondisi Tugu Polwan    yang dibangun dengan dana   tidak sedikit, yakni lebih 5, 5 Miliyar uang terhimpun dari 25 ribu personil Polwan di seluruh penjuru Indonesia. 

Jenderal bintang satu ini optimis Pemerintah Kota Bukittinggi mampu menjaga bangunan sebagai bukti sejarah bangsa dengan lahirnya Polisi Wanita (Polwan) di daerah ini, bukan semata menjaga melainkan  lebih tepat adalah merawat dan melestarikannya. Tentu, perlu disiapkan program terarah dan terukur pemda dengan Polres Bukittinggi untuk menjadikan Tugu Polwan tetap eksis sepanjang masa, publik harus tahu perjuangan Polwan dan peranannya mewujudkan tugas kepolisian,  dan sejak dulu telah terbukti bentuk emansipasi perempuan terlahir di kota Bukittinggi, Sumatera Barat.





Generasi muda khususnya perlu  mengenali sejarah bangsanya, bahkan di masa mendatang tentu animo perempuan minang untuk menjadi Polisi Wanita (Polwan) ikut meningkat.

" Tugu Polwan ini bukti lahirnya Polisi Wanita di kota Bukittinggi, ini fakta sejarah yang jangan dilupakan atau terlupakan, makanya saya datang ke kota Bukittinggi untuk melaksanakan Napak Tilas bersama tim dari Mabes, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Polwan ke-72 tepat di 1 September 2020 besok ini".ujarnya

"Iya lah, harus dijaga dan dirawat dengan baik. Untuk membangun tugu ini kita menghimpunan dana loh, dengan adanya 25 ribu polwan diseluruh Indonesia pada waktu itu berdonasi hingga terkumpul uang lebih 5,5 Miliyar rupiah. Nggak sedikit kan, makanya jangan sampai monumen bersejarah ini tidak diperhatikan kondisinya oleh pemerintah,  pemda dan polres harus serius memeliharanya".tambah Brigjend Pol Apriastini Bakti



Jelang Hari Ulang Tahun Polwan ke-72, Kilas Balik Sejarah di 1 September 1948 

Keberadaan Polisi Wanita  (Polwan) yang ada di Indonesia pada sejarahnya  masih sama dengan lahirnya Polisi Wanita di negara lain,  dengan kepemilikan tugas  dalam penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik korban maupun pelaku kejahatan.




Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tatkala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II, dimana terjadinya pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan. Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria. Selanjutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka "Pendidikan Inspektur Polisi" bagi kaum wanita. 




Setelah melalui seleksi terpilihlah 6 orang gadis remaja yang kesemuanya berdarah Minangkabau dan juga berasal dari Ranah Minang. Adapun Enam orang Polwan pertama kali yang lulus dari Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi  masing - masing Kolonel Pol. (Purn.) Mariana Saanin Mufti yang lahir  di Sumatra Tengah, kemudian Kolonel Pol. (Purn.) Nelly Pauna Situmorang yang juga lahir di Sumatra Tengah, selanjutnya Kolonel Pol. (Purn.) Rosmalina Pramono merupakan perempuan yang lahir Bukittinggi, Sumatera Barat pada 13 Mei 1923  dan meninggal dunia pada usia 95 tahun di Jakarta tepatnya di 3 Juli 2018. Selain nama Rosmalina Pramono juga ada Kolonel Pol. (Purn.) Dahniar Sukotjo yang lahir di Sumatera Barat tepatnya  di Padang Bubuih Ganggo Hilia Bonjol Kabupaten Pasaman pada tahun 1930, seterusnya ada nama Kolonel Pol. (Purn.) Djasmainar Husein yang lahir di Sumatra Tengah, dan terakhir adalahKombes Pol. (Purn.) Rosnalia Taher  yang lahir di Sumatra Tengah.  Enam perempuan hebat yang pertama menjadi Polisi Wanita  itu juga tercatat sebagai  Wanita ABRI pertama di Indonesia.




Diketahui, hingga sekarang tercatat Perwira Tinggi Polri dari Polwan diantaranya Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Basaria Panjaitan, SH, MH dengan jabatan terakhir sebagai Sahlisospol Kapolri Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dra. Sri Handayani menjabat di Lemdiklat Polri; Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Jeanne Mandagi, SH  dengan jabatan terakhir  sebagai Kadivhumas Mabes Polri; Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Dra. Roekmini Koesoema Astoeti; Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Paula Maria Renyaan Bataona; Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Dra. Sri Kusmaryati dengan jabatan terakhir di Lemdiklat Polri; Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Dra. Noldy Rata; Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Hj. Rumiah Kartoredjo, S.Pd  yang menjabat sebagai Kapolda Banten 2008-2010;  Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Soepartiwi, M.Pd dengan jabatan terakhir  sebagai Kadiklatsus Jatrans Lemdik Polri; Brigadir Jenderal Polisi Dra. Ida Utari; Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Dra. Hj. Nur Afiah, MH  dengan jabatan terakhir yakni Widyaiswara Madya Sespim Polri; Brigadir Jenderal Polisi Dr. Juansih, SH, M.Hum menjabat Analis Kebijakan Utama bidang Bindiklat Lemdiklat Polri dan Brigadir Jenderal Polisi Apriastini Bakti Bugiansri, S.IK  sebagai Kapusjarah Polri.

Sumber : wikipedia.org

(RA/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar