News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Melfi Abra: Alhamdulillah Semua Guru dan Tenaga Kependidikan SMP sederajat se-Bukittinggi Dinyatakan NEGATIF Covid-19

Melfi Abra: Alhamdulillah Semua Guru dan Tenaga Kependidikan SMP sederajat se-Bukittinggi Dinyatakan NEGATIF Covid-19



RMT, Bukittinggi: Ratusan pendidik dan tenaga kependidikan serta  penjaga sekolah sekeluarga pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat se-kota Bukittinggi, baik swasta maupun negeri belakangan selama empat hari terhitung 27 - 30 Juli 2020 lalu mengikuti Test Swab yang dipusatkan di halaman Dinas Kesehatan Kota (DKK).

Tentu semua pihak berharap agar seluruh warga di kota Bukittinggi tidak ada lagi yang terpapar Covid-19, termasuk insan pendidik dan tenaga kependidikan.  Harapan dan do'a itu akhirnya terjawab dengan hasil pemeriksaan laboratorium Fak.Kedokteran UNAND Padang bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan, serta penjaga sekolah tersebut dinyatakan NEGATIF  covid-19. Ucapan syukur itu terbukti diluapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Bukittinggi Melfi Abra dalam postingannya disejumlah akun media sosial.

"Alhamdulillah hasil Swabtest semua guru dan tenaga kependidikan tingkat SMP dan MTS Negeri  dan Swasta di Bukittinggi yang dilakukan 27  - 30 Juli 2020, semuanya NEGATIF Corona Virus".


Sebagaimana diinformasikan, Test Swab yang diikuti guru dan tenaga kependidikan  bertujuan untuk kesiapan kota Bukittinggi menghadapi proses pembelajaran dengan tatap muka di sekolah, mengacu terpenuhi dan terlaksana protokol covid-19,  untuk awal pelajar di satuan SMP dan MTS yang akan bersekolah, termasuk juga SMA sederajat namun kewenangan tentu milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sementara untuk murid PAUD dan SD belum diperbolehkan bersekolah, pertimbangannya adalah evualasi pembelajaran di tingkat SMP/MTS dulu, kemudian secara bertahap untuk diambil kebijakan oleh pemerintah daerah nantinya. 

Masyarakat yang memiliki anak dan tercatat sebagai peserta didik mungkin pembelajaran dilaksanakan di sekolah, mencermati kendala lapangan untuk pelaksanaan belajar sistem daring, maupun luring serta kelompok belajar. Begitu juga si anak merindukan suasana belajar di ruang kelasnya, akan tetapi makna besar disaat diberlakukan  program belajar seperti itu  bahwa tugas seorang pendidik itu amat lah berat, jangan ada lagi indikasi intimidasi  terhadap guru, serupa pengalaman terdahulu,  ada guru yang dilaporkan ke pihak berwajib lantaran adanya indikasi kekerasan ( katanya) oleh oknum wali murid, bukankah keterbatasan  orang tua yang mengharuskan putra-putrinya didik oleh orang lain. Mencermati hal demikian, patut lah intropeksi diri ketika menyerahkan sang buah hati untuk dibina menjadi orang baik (manjadi urang, bahasa minang) harus dengan tekad sepenuh hati kepada sang guru. Dulu, ketika anak minang akan belajar mengaji di surau, orang tua bukan hanya menyerahkan anaknya melalui lisan untuk didik dan dibekali ilmu, tak semata di mata pelajaran agama,melainkan maknai filosofi Alam Takambang Jadi Guru, pertanyaannya?  kala itu orang tua juga berikan sebuah rotan bak pemukul anaknya, memukul jika terpaksa dipukul, lantas memukul dengan kekerasan atau bentuk kekerasan yang diinginkan ibu dan ayahnya?,  pasti tidak, memukul dengan tata cara yang baik, sebatas memberikan pembangunan karakter tentang bertanggung jawab,  santun, sopan, baik,dan baradaik. Masa boleh berganti dengan hari berganti bulan dan bulan  berpindah ke tahun berikutnya,  pendidikan masih tetap seperti apa yang dilakukan oleh leluhur minang hingga lahir tokoh dan pejuang dari Sumatera Barat, yang dibutuhkan saat ini adalah menghargai jasa orang lain, dan berkomitmen istilah zaman sekarang, apakah akan lahir generasi cerdas dengan kepiawaiannya tanpa santun dan baradaik, atau sebaliknya, bisa jadi keduanya cadiak pandai lah yang dibutuhkan untuk generasi penerus negeri tercinta ini.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar