News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Oknum Pelaku Pungutan Liar atau Premanisme Parkir di Terminal Tipe A Simpang Aur Itu Sebenarnya Sudah Dua Kali Diamankan

Oknum Pelaku Pungutan Liar atau Premanisme Parkir di Terminal Tipe A Simpang Aur Itu Sebenarnya Sudah Dua Kali Diamankan



RMT, Bukittinggi: Oknum pelaku yang memungut uang parkir di kawasan Terminal  Tipe A Simpang Aur Bukittinggi yang diamankan Satuan Reskrim Polres Bukittinggi mengaku sudah enam bulan melancarkan aksinya, dilatarbelakangi situasi ramai karena hari pasar  Sabtu (08/08/2020) dirinya mendapatkan rupiah cukup besar jika dibandingkan di hari biasa yakni Rp 250.000. Pria berinisial A ini memungut uang parkir cukup besar dari tarif yang diatur sesuai peraturan daerah di Kota Bukittinggi.

Hal demikian disampaikan Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Chairul Amri Nasution hari ini, Minggu (09/08/2020) selanjutnya mengatakan dasar pungutan parkir dengan nominal rupiah yang tak sepantasnya itulah membuat  aksinya direkam dalam video hingga beredar luas di media sosial. Berkat, kerjasama dengan tim cyber Polres Bukittinggi maka jajaran Satreskrim berhasil mengamankan pelaku untuk diproses dan dimintai keterangan. Ia menyebutkan disamping besarnya uang parkir yang dipungut itu, oknum pelaku melanggar ketentuan dimana dirinya bukan pihak yang berwenang melakukan pungutan, dengan arti kata pelaku bukan petugas atau juru parkir resmi.

Dikatakan Chairul Amri Nasution, oknum pelaku bukan kali pertama diamankan pihak berwajib lantaran di April 2020 lalu, dirinya pernah diproses akibat modus yang sama meminta uang parkir di kawasan Terminal Tipe A Simpang Aur. Mencermati perbuatan yang dilakukan oknum pelaku  maka dikategorikan pungutan liar atau premanisme. Namun, jika oknum merangkaikan aksinya berserta dengan kekerasan atau ancaman kekerasan maka akibat ulahnya dapat dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

"Ya, ketika video oknum pelaku "A"viral dimedia sosial, tim cyber berkerjasama dengan kami, kemudian ditelusuri ke lapangan hingga pelaku kita amankan. Aksinya meminta uang parkir jauh lebih besar dari tarif resmi dan bukan kewenangannya memungut jelas melanggar regulasi, hingga masyarakat merasa tidak nyaman dan aman. Tentu, kami sebagai aparat kepolisian bertugas menciptakan situasi yang aman, nyaman dan wujud ayom bagi masyarakat termasuk di fasilitas umum. Nah, jika pelaku ketika melakukan pungutan disertai dengan aksi kekerasan atau ancaman kekerasan, setidaknya memukul mobil atau motor orang lain, kita proses dengan jeratan pasal 368 KUHP. Makanya, kita hanya lakukan pembinaan terhadap pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Ini sudah kali kedua kita amankan dan masih di lokasi yang sama".ujarnya



Keterangan yang diperoleh Satreskrim Polres Bukittinggi bahwa oknum pelaku sebelumnya berprofesi sebagai buruh angkut, dikarenakan wabah pandemi covid-19 ikut mempengaruhi pekerjaannya dan beralih  memungut uang pakir  tergolong pungutan liar (pungli) tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution ingin kerjasama terjalin baik dengan stake holder untuk membantu tugas kepolisian mengungkap kasus kriminal atau mengarah ke tindak melawan hukum, jika menemukan potensi dan indikasi kejanggalan serta bertentangan dengan hukum masyarakat dapat menghubungi call center 110 atau melaporkan ke kantor polisi terdekat.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar