News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ratusan Guru SMA/SMK/MA/SLB se-Bukittinggi Ikuti Test Swab dihari Keempat

Ratusan Guru SMA/SMK/MA/SLB se-Bukittinggi Ikuti Test Swab dihari Keempat



RMT, Bukittinggi: Hari ini ratusan Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada satuan SMA/SMK/MA/SLB Se-Kota Bukittinggi mengikuti test swab di halaman Dinas Kesehatan Kota (DKK)  di daerah ini.

Diketahui, pelaksanaan Test Swab ini berlangsung sejak Senin (10/08/2020) lalu hingga Sabtu (15/08/2020) dengan keterlibatan 1400 hingga 1500 guru dan tenaga kependidikan (GTK) sekolah menengah tingkat atas sederajat dan sekolah luar biasa (slb) di Kota Bukittinggi//






Zulkairi, salah seorang Guru Bidang Studi Tafsir MAN  1 Bukittinggi hari ini, Jumat (14/08/2020) mengatakan  Test Swab merupakan upaya untuk menjawab kecemasan guru dan wali murid jika pembelajaran dengan tatap muka di sekolah dilaksanakan, walaupun mencermati perkembangan wabah pandemi virus corona dengan bertambahnya orang yang terkonfirmasi positif hingga perubahan zona kuning ke merah terhadap Kota Bukittinggi, rencana belajar di sekolah pun mengalami penundaan hingga watktu yang tak ditentukan.




Ia secara pribadi menilai pembelajaran dengan tatap muka memang diperlukan bukan untuk mengejar ketuntasan minimum pembelajaran dan kurikulum, mengingat  proses belajar mengajar menggunakan dalam jaringan atau luar jaringan menimbulkan sejumlah kendala  lapangan,  namun dirinya setuju dengan kebijakan yang akan diambil pemangku kepentingan terhadap kelanjutan tahapan pendidikan disituasi pandemi covid-19.

“karena sekolah mau dilaksanakan pembelajaran, jadi ini sangat baik untuk mempersiapkan keamanan di Madrasah, sehingga guru tidak cemat dan peserta didik pun aman.  Saya tidak memaksakan diri, tatap muka  bagi saya khususnya itu sangat penting sekali, Cuma kita perlu memperhatikan sisi kesehatan dan keamanan, karena sudah lama tidak tatap muka dan banyak kendala yang kami hadapi, makanya saya datang kesini ikuti test swab”.ujarnya

Nurleli, salah seorang Pendidik Di Pondok Pesantren Baitul Ridwan Kota Bukittinggi menyebutkan  dirinya akui takut mengikuti test swab, namun perasaan itu berhasil dikalahkan demi memperoleh bukti terbebas dari virus corona. Lantas perempuan berusia 54 tahun ini tidak serta merta bersikap acuh tak acuh terhadap potensi penyebaran virus corona,  aktivitasnya terus didukung dengan penerapan protokol kesehatan.

Disebutkan, Ia mendasari usia yang tidak lagi muda, tentu upaya peningkatan imunitas tubuh agar jangan mudah terpapar virus corona patut dirinya sikapi serius, dan berharap hasil Test Swab yang diikuti  dinyatakan negatif.




“itu yang ditakutkan saya, tidak ada gejala tapi dapat terpapar covid-19,  apalagi ibu kan sudah tua, ya harus tingkatkan imunitas, banyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Iya kita harus pakai masker”.imbuhnya





Pantauan di lapangan,  Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat SMA/SMK/MA/ SLB yang mengikuti test swab cenderung merasa khawatir  selama pengambilan sampel ujinya,  namun  petugas pun tidak butuh waktu lama untuk mengambilan sampel tersebut melalui cairan di bagian laring atau tenggorokan, semestinya  setiap orang harus optimis tanpa membebani pikiran dan perasaan disaat jalani Test Swab, usai Test Swab memang perlu pertahankan imunitas tubuh.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar