News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ruas Jalan Kelok 44 Dapat Dilewati Kembali, Kendaraan Bertonase Maksimal 10 Ton

Ruas Jalan Kelok 44 Dapat Dilewati Kembali, Kendaraan Bertonase Maksimal 10 Ton



RMT, Tanjung Raya: Kelok 44 merupakan salah satu urat nadi pendukung perekonomian nasional, dikarenakan di ruas ini perpindahan produk dan komoditi publik  terjadi, mobilitas kendaraan antar kabupaten/kota bahkan provinsi berlangsung  untuk memenuhi beragam kebutuhan. Nama kelok 44 sudah menjadi buah bibir oleh publik hinggga ke penjuru dunia, berawal dari sejarah keberadaanya hingga potensi alam dan keindahan yang dipunyainya.   Kenapa tidak, untuk menuju Danau Maninjau nan elok pengendara atau pengunjung harus mengitari  jalan berkelok dan berliku, semilir angin dari dedaunan pohon yang tumbuh subur di kawasan tersebut menambah  daya tarik tersendiri, ditambah hewan khas yang bermukim di sana membuat orang sengaja berhenti untuk selfie, memberi makan kera dan aktivitas lainnya.


Beberapa hari belakangan publik dihadapkan dengan kondisi salah satu ruas kelok 44 tepatnya di kelok 10 yang mengalami amblas dan longsor hingga arus transportasi pun terputus total, tidak bisa dilewati kendaraan apa pun dan dari arah mana pun.  Pemerintah daerah bersama  koordinasi dengan lintas sektoral terkait seperti Polri dan TNI menerapkan pengalihan arus kendaraan via Lubuk Basung - Pariaman - Malalak dan Lubuk Basung - Palembayan - Matur untuk beberapa waktu. Mencermati dampak yang dapat saja muncul dari pengalihan kendaraan dan penutupan lokasi kebencanaan itu maka upaya perbaikan menjadi langkah prioritas.

Hal itu dibenarkan Camat Tanjung Raya Handria Asmi,Kamis (06/08/2020), selanjutnya mengatakan upaya awal untuk evakuasi material pun dilakukan dan sempat kendaraan roda dua masih dapat melewati lokasi terdampak dengan sistem buka tutup. Kemudian ia menjelaskan, mengingat langkah perbaikan harus segera dilakukan maka instruksi Bupati Agam DR Indra Catri DT Malako Nan Putiah dan Wakil Bupati Trinda Farhan Satria agar ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, berkat sinergi semua elemen maka kelok 10 berhasil mendapatkan peninjauan lapangan dengan dioperasionalkan sejumlah alat berat  guna melancarkan penanganan. Disebutkan, sebelumnya rencana perbaikan darurat itu dilaksanakan selama satu minggu, namun berkat semangat  kebersamaan menjunjung nilai kegotong royongan, berbagai unsur berjibaku untuk menggali pinggir jalan yang ambas kemudian memasangkan batang kelapa sebagai penahan, seterusnya ditimbul dengan material. Realisasi perbaikan darurat ini jauh lebih cepat dari rencana semula, dua hari terhitung  (4/08/2020) hingga pukul 18.00 wib (5/08/2020) jalur kendaraan di kelok 44 dan khususnya kelok 10  kembali dapat dilewati kendaraan. Ditegaskan, pengendara dan pengguna jalan harus mematuhi indikator yakni kendaraan yang melewati jalur tersebut memiliki tonase maksimal 10 ton.



"Walaupun jalan darurat, kemarin kendaraan sudah bisa lewat di daerah itu,  tapi tetap himbauan kendaraan yang lewati maksimal beratnya 10 ton, harus berhati-hati ketika berada di sana. Pak Bupati perintahkan kepada kami, OPD terkait  untuk koordinasikan penanganan secara darurat. Iya, OPD Kabupaten Agam, Dinas PU Provinsi, Dinas Perhubungan bergerak cepat, Alhamdulillah jalan bisa dilewati lagi".ujarnya

Mencermati kontur dan tekstur jalan darurat dilokasi terdampak itu dapat dipengaruhi anomali cuaca maka guna mengantisipasi hal terburuk maka ia minta sejumlah personil ditempat di daerah itu seperti dari dinas perhubungan untuk monitoring lapangan  penjagaan dan pengawasan. OPD terkait dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah berikan arahan jika terjadi sejumlah kendala teknis  untuk segera dilaporkan demi disikapi secepatnya.



"iya kita minta  ada personil yang melakukan penjagaan dan pengawasan untuk beberapa hari kedepan  di kelok 10 itu, iya kondisi jalan masih darurat  konturnya berpasir".imbuhnya



Lebih jauh dikatakan, ia belum mendapatkan informasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk penanganan ruas kelok 10 itu secara permanen.  Ia terus melakukan evaluasi  dengan Polsek Tanjung Raya untuk  mengamati arus kendaraan dikawasan tersebut.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar