News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ini Alasan Kenapa Banyak Tamu Memilih The Balcone Hotel dan Resort di Sumatera Barat

Ini Alasan Kenapa Banyak Tamu Memilih The Balcone Hotel dan Resort di Sumatera Barat


RMT, Gadut:  Kemajuan daerah tentu tidak terwujud dengan sumbangsih berbagai stake holder, kebijakan dan program pemerintah bersinergi dengan lintas sektoral. Ranah Minang dikenal sebagai daerah tujuan pariwisata sehingga destinasi yang ada perlu didukung dengan beragam fasilitas seperti halnya sarana penginapan dan sentra kuliner.

Berada di Jl. Raya Bukittinggi - Medan Km. 7 Padang Hijau, Gadut, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia berdiri bangunan menawan nan asri dan kokoh dengan tampilan tinggi karena berada di atas bukit. Bangunan itu dikenal dengan nama  The Balcone Hotel dan Resort,  sarana penginapan yang viral  dewasa ini, dikarenakan menjadi pilihan pengunjung untuk menikmati kenyamanan dan ketentraman bersama keluarga. Hal itu bukan semata slogan dan lipp service saja, namun telah terbukti bagi siapa saja yang menginap dan berada di The Balcone Hotel dan Resort ini.   Tata letak kamar hotel didesain secantik mungkin, mengitari jalan memutar hingga tiba dipuncaknya.  Ketika pengujung dan tamu berada di bangunan puncak yakni Ball room, resto dan kolam renang maka view memukau dan memanjakan mata dihadirkan, dari kejauhan terlihat Gunung Marapi dan Singgalang yang indah, kemudian jalur bukit barisan yang membentang dengan pepohonan  berdaun hijau membuat refresh pada mata, semilir angin menambah rasa betah dan berlama-lama hingga tak ingin kita beranjak pergi dari kawasan ini.


The Balcone Hotel dan Resort menjadi kebanggaan daerah, lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau melalui akses transportasi kendaraan roda dua dan roda empat, jika kita bepergian ke Sumatera Utara  hingga Aceh menggunakan jalur darat via Bukittinggi - Kabupaten Pasaman maka dipastikan melewati depan The Balcone Hotel dan Resort. 


Mencermati bentuk dan tampilan The Balcone Hotel dan Resort sekarang tentu asumsi kita bahwa pengembangan kawasan penginapan dan resort ini telah selesai, anggapan itu ternyata salah besar. Pasalnya, disain tetap difokuskan untuk memberikan kepuasan dan daya tarik tersendiri bagi setiap orang  jika menginjakkan kaki di The Balcone Hotel dan Resort. Wabah pandemi virus corona ikut mempengaruhi tahapan pembangunan wahana baru yang berada disisi kiri The Balcone Hotel dan Resort,  yakni Perkampungan Eropa  Devacanza akan menjadi pilihan berikutnya. Kedepan,  pengunjung dapat merasakan suasana berada di negara-negara Benua Eropa, kemudian mengabadikan moment spesialnya ditempat itu.


General Manager The Balcone Hotel dan Resort Donal  Heriyawan kepada RMT, Senin (24/08/2020) mengatakan pihaknya mengutamakan pelayanan prima bagi setiap tamu dan pengunjung di sarana penginapan dan resort ini.


The Balcone Hotel dan Resort memiliki 120 kamar didukung Ball Room (ruang pertemuan ) yang mampu menampung 500 tamu, 2 kolam renang seperti di Pulau Bali, tempat ibadah, resto berlantai dua dan fasilitas pendukung lainnya. Ia menyebutkan pengunjung dan tamu yang hadir di tempat ini dimanjakan dengan view hampir 360 derajat, seseorang yang  menginap akan menyatu dengan alam, menikmati pesona matahari terbit di ufuk timur hingga tenggelam di arah barat.

Disebutkan Pria asal Sumedang Jawa Barat ini, The Balcone Hotel dan Resto ini memiliki karakteristik dari kata Balcone, dimana disetiap kamar hotel menempatkan Balcone, sehingga tamu leluasa melihat keindahan bukti kuasa Tuhan Yang Maha Esa,  ranah minang menyimpan potensi besar yang mungkin tidak dimiliki daerah lain.


Pihak manajemen The Balcone Hotel dan Resort berupaya untuk melakukan pelestarian kebudayaan dan adat minang, benda bernilai sejarah seperti dokumentasi foto saisuak dipajang di dinding bangunan ini. Selanjutnya,  tekad agar masyarakat bangga dengan bangsanya sendiri melalui adat dan tradisi. The Balcone Hotel dan Resort menyuguhkan penampilan kesenian tradisional seperti tari minang dan randai bagi pengunjung serta tamu.

"Iya kita tetap padukan upaya untuk pewarisan adat dan budaya minang, jika bapak mau naik ke resto lantai 2 ini dari lobbi di dinding arah ke tangga, kami pajang foto bernilai sejarah, dan termasuk di semua kamar hotel juga kita tempatkan, foto, ornamen dan lukisan tentang minang".ujarnya

"Insyallah nanti kita lebih padukan The Balcone Hotel dan Resort bernuansa kuat dengan minangkabau di kawasan Ngarai Sianok "Minangkabau Haritage", di sana akan ada beberapa wahana, pengunjung dan tamu hotel menginap di sini dan berwisata di Ngarai Sianok. Nah, untuk wahana yang satu kawasan dengan The Balcone Hotel dan Resort adalah Kampung Eropa Devacanza disamping bangunan kita ini, itu sudah mulai pengerjaannya".tambahnya


Devi Ratna Sari, Sales Marketing  menyebutkan  120  kamar The Balcone Hotel dan Restro ini terdiri dari 4 tipe masing - masing  Superior, Delux, The Suite dan The Resident. Dijelaskan untuk tipe The Resident, layaknya familly room dimana terdapat 3 kamar, ditambah dapur, ruang tamu dan teras sendiri. Sementara  harga atau rate per kamar ditawarkan senilai Rp 750.000 dengan free breakfast untuk dua orang.  Ibu muda asal Baso Kabupaten Agam ini menyampaikan dimasa liburan yakni Jumat - Minggu  rate yang ditawarkan dimulai Rp 850.000/ kamar.

"Iya pak ada beda rate senin -  kamis dan Jumat -Minggu. Biasanya tamu kita nginapnya per hari per malam, namun kembali lagi dikesempatan berikutnya".ucapnya


Wagub Nasrul Abit Apresiasi The Balcone Hotel dan Restro Terapkan Protokol Kesehatan

Ditengah pelaksanaan Tatanan Kehidupan Baru (TKB) atau New Normal ini The Balcone Hotel dan Restro ini mulai menampakkan progresnya, demikian terlihat dari kunjungan tamu baik yang menginap atau menghadiri sejumlah agenda di tempat ini.


Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit ketika membuka Orientasi dan Rapat Kerja Kepramukaan baru baru ini apresiasi The Balcone Hotel dan Restro, dikarenakan telah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ingin tekad dan realisasi menghadapi pandemi dimiliki oleh setiap orang, penanganan virus corona bukan semata tugas pemerintah melainkan peran aktif semua pihak. Dikatakan Wagub, kedisiplinan dan kesadaran untuk mematuhi regulasi yang ada diperlukan secara optimal.
(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar