News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

11 Tahun Gempa Bumi Sumatera Barat, Mitigasi Kebencanaan Jangan Sampai Lemah

11 Tahun Gempa Bumi Sumatera Barat, Mitigasi Kebencanaan Jangan Sampai Lemah

Keterangan Foto: Dokumentasi Dampak Gempa Bumi Sumatera Barat tahun 2009


RMT, Padang Panjang- Hari ini tepat 11 tahun, musibah gempa bumi yang terjadi  pada pukul 17.16.10 wib 30 September 2009. Gempa bumi terjadi  di lepas Pantai Sumatera Barat dengan kekuatan 7.6 skala richter.  Musibah itu berdampak terhadap  135.448 rumah rusak berat, 65.380 rusak sedang  dan 78.604 rumah rusak ringan.  Dari data Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana tercatat 1.117 orang meninggal dunia, 1.214 orang luka berat, 1.688 orang luka ringan, dan 1 orang dinyatakan hilang.

Keterangan Foto: pusat gempa di tahun 2009 (wikipedia)

Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Padang Panjang terus memonitoring kejadian gempa yang terjadi di Sumatera Barat dan sekitarnya, hal demikian disampaikan Kepala Seksi Data Dan Informasi Ma’muri hari ini, Rabu (30/09/2020)  sejak Januari lalu hingga 30 September 2020 sudah tercatat 400 kali gempa yang terjadi di ranah minang. Disebutkan, untuk bulan September ini saja tercatat 43 kali gempa bumi, sehingga jika diambil rata-rata maka setiap bulan terjadi gempa bumi rentang 30 hingga 50 kali kejadian. Catatan itu didasari jika keadaan  diam seperti sekarang, sementara jika terjadi gempa bumi dahsyat seperti di  Kepulauan Mentawai  dan Kabupaten Solok Selatan di tahun 2019 lalu, bmkg mencatat  hampir 100 kali terjadi gempa susulan.

Keterangan Foto: BMKG Padang Panjang

Masyarakat harus menyadari Sumatera Barat merupakan daerah rawan gempa dan  gempa yang berpotensi menimbulkan Tsunami, mitigasi kebencanaan tetap dimiliki dan diterapkan di tengah publik,  dikarenakan sejauh ini perhatian dan sikap dihadapkan pada penanganan kebencanaan non alam yakni pandemi covid-19.

Keterangan Foto: Kasi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Ma'muri ketika dialog di LPP RRI Bukittinggi

“kalau untuk 2009 itu kurang lebih sekitar 40 Km arah Barat laut daerah pantai. dan gempanya itu cukup dangkal, sehingga memporakporandakan Padang, Padang Pariaman maupun Pariaman.ya, gempa itu (di tahun 2009) merupakan penyusupan lempeng indo Australia menyusup ke Eurasia. Dan itu akan berulang, nah perulangannya itu akan kita kaji terus”.ucapnya

Keterangan Foto: Dokumentasi kegiatan BMKG Padang Panjang


Kasi Data Dan Informasi Bmkg Stasiun Meteorologi Padang Panjang Ma’muri menyebutkan informasi atau pemberitaan tentang gempa bumi bukan bermakna untuk menakuti masyarakat, tetapi justru mengedukasi untuk mengantisipasi dampak terburuk jika musibah itu datang.  Ditegaskan, potensi berulangnya terjadinya gempa bumi itu ada, namun tidak dapat dipastikan, dan masih prakiraan.

Keterangan Foto : Dokumentasi BMKG Padang Panjang

“kenangan pahit kita di 11 tahun yang lalu, sebaiknya kita selalu waspada, kita harus siap, Sumatera Barat adalah daerah rawan gempa, dan gempa yang berpotensi menimbulkan gelombang Tsunami. Berkaitan dengan potensi berulangnya itu ada, tapi kita tidak dapat pastikan kapannya, ada yang seratus tahun, dua ratusan tahun, tapi kita tidak belum dapat pastikan, itu prakiraan”.tambahnya

Keterangan Foto: Ma'muri tengah menjadi narasumber pelatihan kebencanaan

Diketahui, pada gempa bumi Sumatera Barat di tahun 2009 silam angka resmi yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) adalah 603 orang korban meninggal dunia dan 313 orang dilaporkan hilang, kemudian di 13 Oktober 2009, jumlah orang meninggal dunia bertambah menjadi 6.234 jiwa.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar