News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hari Radio Ke- 75 tahun Dimaknai Reporter RRI dengan Berdonor Darah

Hari Radio Ke- 75 tahun Dimaknai Reporter RRI dengan Berdonor Darah

RMT, Bukittinggi: Hari ini, Jumat (11/09/2020) sudah 75 tahun usia Lembaga Penyiaran Publik LPP RRI sejak berdiri pada 11 September 1945. 75 tahun bukanlah masa yang singkat namun hampir satu abad menjadi media pemersatu bangsa, mempererat keberagaman yang ada diseluruh penjuru negeri. RRI pun  hadir menemani ruang dengar masyarakat dari Sabang hingga Merauke.
Momentum kali ini dimaknai RRI ke-75 tahun "Bangkit untuk Indonesia Maju". Walaupun peringatan Hari Jadi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) tahun 2020 dirasakan berbeda jika dibandingkan masa sebelumnya. Wabah pandemi Virus Corona yang melanda dunia hingga nusantara  sekarang mempengaruhi rangkaian/skema/rundown/pemetaan acara. Tetapi, penyulutan Api Obor Tri Prasetya RRI tetap dilakukan sama halnya ditahun lalu. Dewan Direksi, Dewan Pengawas dan angkasawan/angkasawati di kantor pusat di jalan Merdeka Barat memimpin prosesi yang disiarkan langsung diseluruh stasiun RRI se-Indonesia melalui semua programa, dan RRI Net. Kemudian, segenap satuan kerja dipenjuru tanah air mengikuti arahan dari kantor pusat tersebut secara virtual.  Namun, ditengah covid-19 rangkaian Hari Radio ke-75 tahun wajib mematuhi protokol kesehatan guna menghindari penyebaran virus corona, hal demikian terbukti dengan setiap orang menggunakan masker, mencuci tangan/memakai hansanitizer, duduk sesuai pembatasan interaksi dan indikator lainnya.
Pantauan di Auditorium Luthan Soetan Toenaro LPP RRI Bukittinggi  pelaksanaan penyulutan api obor Tri Prasetya RRI dan pemotongan kue berjalan dengan khidmat. Tampak mitra kerja LPP RRI dengan Pemerintah Daerah di Sumatera Barat bagian utara masing masing Kabupaten Pasaman, Pasaman  Barat, Agam, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Kota Padang Panjang, Payakumbuh dan Kota Bukittinggi. Selanjutnya Insitusi Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan juga organisasi masyarakat.
Ketua Dewan Pengawas RRI Mistam dalam Sambutan HARI RADIO Ke-75 tahun hari ini dari Jakarta:
"Dewan Pengawas Memberikan Jempol untuk RRI di seluruh penjuru nusantara Keindonesiaan kita berjuang tidak sekedar menjadi lebih baik dari yang terbaik try to be better dan best tetapi kita adalah menjadi media yang memberi makna dan nilai menuju Destiny cita bangsa Indonesia yaitu Indonesia emas Indonesia maju gemah ripah loh jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo makmur dan sejahtera, kita tidak mengejar ya kita tidak mengejar menjadikan RRI Nomor 1. Tetapi,  kita berharap menjadikan RRI ini sebagai media yang terbaik, kita tidak hanya punya brand personality (pribadi yang tegas dan berdaya juang) tetapi kita menjadi manusia yang belas kasih cinta kasih sesama bangsa dalam menuju masyarakat madani itulah kita dan diluar itu bukan kita oleh karenanya dalam menghadapi kondisi LPP RRI di era digital. Apakah kita harus tunduk kepada perkembangan teknologi media baru atau harus bangkit menunjukkan bahwa basis berpikir dan cara kerja LPP yang lebih mulia dari yang lain menembus segala ruang dan waktu cara kita bekerja harus tercermin dalam program dan konten yang bermakna mencerdaskan publik tanpa propaganda komersial ancaman yang kita hadapi seharusnya dihadapi dengan memperbaiki kinerja kita dan memaksimalkan peluang kemajuan informasi dan teknologi dan melayani kebutuhan kepentingan publik secara maksimal sehingga pada akhirnya ancaman LPP dengan sendirinya dapat diatasi sebagai langkah awal saudaraku semuanya penting untuk kita sadari bersama bahwa RRI bukan sinar nama tetapi brand yang memiliki kekuatan dan nilai historis dan perjuangan bangsa Indonesia merujuk pada American Marketing Association brand atau merek diartikan sebagai sebuah brand lebih dari sekedar nama tetapi keseluruhan dari kesadaran kita berputar kita dan keunggulan kita dan tentu saja itu sudah kita lakukan bersama kita tidak sekedar punya suara perjuangan sekali di udara dan udara tetapi kita juga punya Tri Prasetya yang sudah menjadi jiwa kita bersama oleh karenanya marilah kita Satukan Kekuatan SDA kita SDM kita untuk menghadapi tantangan kita ke depan menyelesaikan persoalan kelembagaan melakukan social marketing social engineering mengembangkan interconnectivity konten dan vertikal interconnectivity lebih menjadikan sebagai media pemersatu bangsa untuk semua agama maupun suku horizontal interconnectivity tata nilai Local Wisdom cross-culture content dan mengambil aspirasi dari masa lalu untuk membangun sesuatu yang baru join the best the best the new itu yang harus kita lakukan bersama-sama dan jadikan Widya kita melakukan problem solving solutif inspiratif dan motivatif hari jadi RRI hari ini Tentu saja mari kita jadikan momentum untuk lebih menggairahkan kita ada yang sama langkah bersama Irama yang sama sehingga kita tidak sekedar bekerja melainkan saling menumbuhkan kreativitas inovasi di lingkungan kita tercinta ini kita dilahirkan dari para pejuang Tri Prasetya RRI untuk itu Mari kita posisikan kita sebagai pejuang menjadi pemenang dan karena itu kita bukan dilahirkan sebagai pecundang Mari kita lakukan dengan cara Asih asah dan asuh saling sharing giving love senang melihat orang senang dan sedih melihat orang yang sedih take indonesian kita berjuang tidak sekedar menjadi lebih baik dari yang terbaik berat badan tetapi kita adalah menjadi media yang memberi makna dan nilai menuju  kita bangsa indonesia yaitu indonesia emas indonesia maju".tuturnya
Disisi lain, salah seorang angkasawan LPP RRI Bukittinggi yang menjabat sebagai reporter bernama Ahmat Ikhsan memaknai Hari Radio dengan melaksanakan donor darah ke UDD PMI kota Bukittinggi. Ia akui sebenarnya donor darah telah mendapat tempat dilingkungan LPP RRI. Bahkan dimasa silah digelar kegiatan donor darah serentak di stasiun RRI di penjuru tanah air.  Memang  kali ini, beberapa pertimbangan mendasari aksi sosial itu serupa tidak dilaksanakan agenda keramaian atau mengundang interkasi banyak orang.
Semangat reporter ini tidak terhenti begitu saja, Hari Radio Ke-75  ia tandai dengan melaksanakan donor darah rutinnya setiap 75 hari sekali. Menurutnya, jika rutin berdonor  darah dengan durasi itu maka dalam setahun dapat 4 kali ikut donor. Ditambahkan, banyak manfaat yang dirasakan dengan rutin dan sukarela berdonor darah, metabolisme tubuh lebih bagus , tekad itu terwujud dengan usia 75 tahun Ahmat Ikhsan berdonor darah yang ke-26 kali.
Menanggapi persoalan kebutuhan darah bukan lah tugas PMI semata di Indonesia melainkan peran aktif semua lapisan masyarakat, jika terpenuhi persyaratan untuk berdonor darah, segera memberikan pertolongan bagi orang yang membutuhkan, setetes darah menyambung nyawa orang lain. Sejumlah pernyataan narasumber yang diberitakannnya bahwa masih ada oknum calo darah  yang memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dicontohkan, ada seseorang yang tengah dirawat atau menjalani penanganan kesehatan di rumah sakit, kemudian butuh darah beberapa kantong. Selanjutnya keluarga pasien datang ke PMI atau menghubungi oknum, terkait kebutuhan darah tersebut.  Diawal tadi dikatakan seseorang yang berdonor darah dilatar belakangi sosial dengan sukarela memberikan darahnya, namun oknum malah memanfaatkan kebutuhan itu dengan menawarkan opsi menolong tapi harus  dihargai dengan sejumlah uang,  orang yang butuh darah harus bayar ratusan ribu rupiah kepada si pendonor. 
Terkadang, si pendonor tidak mengetahui opsi tersebut bahwa dirinya murni menolong orang lain, sebaliknya oknum merasa senang hanya menghubungi, mempertemukan dengan keluarga pasien yang butuh darah, ia pun mendapatkan nominal rupiah. Sungguh bejat, sikap oknum serupa itu yang masih berkeliaran di tengah kehidupan kita. Itu sama halnya memakan darah saudara kita sendiri, beda halnya jika si keluarga pasien yang memberikan sejumlah uang tanpa ada transaksi penetapan nilai uangnya,  sejumlah uang yang diberikan keluarga pasien yang butuh darah  kepada si pendonor untuk dibelikan komoditi konsumsi guna mengembalikan darahnya yang telah didonorkan, yakni susu, telur, tomat, suplement dan lain lain, sah sah saja kita terima.  Ulah calo darah harus dibasmi bersama sama dengan sinergitas  penuh menegakkan regulasi.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar