News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kota Bukittinggi Butuh Penambahan Armada Damkar, Sekarang Baru Segini

Kota Bukittinggi Butuh Penambahan Armada Damkar, Sekarang Baru Segini

Keterangan Foto: Mobil Pemadam Kebakaran kota Bukittinggi

RMT, Bukittinggi - Perlu disikapi  bentuk tanggapan masyarakat terhadap kebutuhan armada pemadam kebakaran yang lebih dekat operasionalnya ketika terjadi musibah kebakaran, dengan arti kata minimal di satu kecamatan terdapat 1 unit damkar.

Keterangan Foto: Personil Damkar tengah bertugas

Aspirasi publik itu ditanggapi positif oleh pihak pemadam kebakaran, hal demikian disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Operasional Penyelamatan Sarana Dan Prasarana Dinas  Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi Susilo Rabu (30/09/2020) mengatakan pemerintah daerah sudah menerima tanggapan untuk penempatan armada pemadam kebakaran yang dekat dengan pemukiman warga, sehinga jika terjadi musibah kebakaran dapat memangkas waktu tempuh sampai ke lokasi terdampak.

Keterangan Foto: Kabid Pengendalian Operasional Penyelamatan Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi, Susilo

Upaya untuk realisasi keinginan tersebut sudah ditindaklanjuti, namun munculnya pandemi covid-19 tentu mempengaruhi  kebutuhan alokasi anggaran. Dikatakan Susilo, pihaknya optimis kedepan minimal di setiap kecamatan akan ditempatkan 1 unit mobil damkar. Sejauh ini, baru di Mandiangin Koto Selayan terdapat armada damkar.

Saat ini, Kota Bukittinggi miliki  6 unit mobil damkar, kedepan setidaknya ada sembilan armada yang dipunyai, dan 3 tersebar di kecamatan.

“memang betul, ada rencana pemerintah untuk itu, tapi baru ini hanya ada satu di MKS, kalau di Guguak Panjang dan ABTB tengah dipersiapkan. Gambarannya sudah ada, namun karena Covid-19 ini kita lihat nanti tindaklanjut oleh pemerintah. Minimal di satu sector ada 1 unit mobil damkar, saat ini kita punya 6 unit armada, jadi kalau ada penambahan nanti kita bisa punya Sembilan unit mobil”.imbuhnya

keterangan foto: Mobil Damkar kota Bukittinggi siap dioperasionalkan


Susilo menyebutkan terdapat 13 personil damkar yang berjibaku untuk pemadaman api ketika terjadi musibah kebakaran, jika terwujud penambahan armada damkar berimbas positif dengan  perubahan jumlah tenaga operasional, setidaknya minimal ada  20 orang personil baru nantinya.

“ sekarang saja ada 12 orang personil yang piket, iya kita masih butuh penambahan personil setidaknya minimal 20 orang lah. Kita berharap seperti jika ada penambahan unit armada berarti kita akan butuh orang untuk operasional. Ya, dapat membuka peluang pekerjaan bagi seseorang yang penuhi kualifikasinya nanti”. tambahnya

Disisi lain, Komandan Regu  Jaya Damkar Kota Bukittinggi Refrius Menyebutkan pihaknya minta agar masyarakat dan lintas sektoral terkait menyikapi akses jalan  di pemukiman warga, belajar dari penanganan musibah kebakaran, mobil pemadam mengalami kesulitan untuk menuju lokasi terdampak, diperparah masih ditemukan tanggul jalan yang tidak sesuai standar hingga menganggu kelancaran operasional.

Keterangan Foto: Refrius, Komandan Regu Jaya Damkar Kota Bukittinggi

“ ini bapak bisa lihat kita sulit untuk masuk, kendaraan damkar susah untuk berputar karena jalannya sempit, sementara kita harus cepat beroperasi. Kalau tanggul juga mengganggu kelancaran kendaraan damkar, kendala ini yang dihadapi petugas di lapangan, jadi kita minta dukungan masyarakat lah, menyikapi persoalan akses ketika melakukan pemadaman kebakaran”.terangnya

Keterangan Susilo dan Refrius sejatinya menjadi pemikiran bersama semua pihak, dikarenakan ketika terjadi musibah kebakaran beragam tanggapan muncul ditengah publik, seharusnya  bijak menyikapi persoalan yang terjadi di lapangan, tidak saling salah menyalahkan, namun memberikan opsi atau alternatif terhadap permasalahan yang timbul.

(TJ)

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar