News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yesi Endriani : Saya Bangga dengan Polwan, Semangat dan Kedisiplinan Patut Dicontoh

Yesi Endriani : Saya Bangga dengan Polwan, Semangat dan Kedisiplinan Patut Dicontoh


RMT, Bukittinggi: Keberadaan Polisi Wanita  (Polwan) yang ada di Indonesia pada sejarahnya  masih sama dengan lahirnya Polisi Wanita di negara lain,  dengan kepemilikan tugas  dalam penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik korban maupun pelaku kejahatan.


Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tatkala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II, dimana terjadinya pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan. Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria. Selanjutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka "Pendidikan Inspektur Polisi" bagi kaum wanita. Setelah melalui seleksi terpilihlah 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya berdarah Minangkabau dan juga berasal dari Ranah Minang. Adapun Enam orang Polwan pertama kali yang lulus dari Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi  masing - masing Kolonel Pol. (Purn.) Mariana Saanin Mufti yang lahir  di Sumatra Tengah, kemudian Kolonel Pol. (Purn.) Nelly Pauna Situmorang yang juga lahir di Sumatra Tengah, selanjutnya Kolonel Pol. (Purn.) Rosmalina Pramono merupakan perempuan yang lahir Bukittinggi, Sumatra Barat pada 13 Mei 1923  dan meninggal dunia pada usia 95 tahun di Jakarta tepatnya di 3 Juli 2018, selain nama Rosmalina Pramono juga Kolonel Pol. (Purn.) Dahniar Sukotjo yang lahir di Sumatera Barat tepatnya  di Padang Bubuih Ganggo Hilia Bonjol Kabupaten Pasaman pada tahun 1930, seterusnya ada nama Kolonel Pol. (Purn.) Djasmainar Husein yang lahir di Sumatra Tengah, dan terakhir adalah Kombes Pol. (Purn.) Rosnalia Taher  yang lahir di Sumatra Tengah.  Enam perempuan hebat yang pertama menjadi Polisi Wanita  itu juga tercatat sebagai  Wanita ABRI pertama di Indonesia.


Hari Polwan ke-72 tahun, pada 1 September 2020 ini dicermati oleh Ketua Tim Penggerak  (TP) PKK kota Bukittinggi Yesi Endriani Ramlan Nurmatias, Selasa (01/09/2020) mengatakan pihaknya bangga dengan keberadaan Polwan,  apalagi fakta sejarah tadi bahwa Polisi Wanita pertama lahir di daerah ini.  Tugu Polwan  di Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu icon yang membuktikan eksistensi polwan di tanah air.  Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi telah lebih dulu menyatakan daerah yang menjunjung emansipasi perempuan, tugas kepolisian juga diemban dari gender ini.


" Bukittinggi, Sumatera Barat telah lebih dulu sejak zaman perjuangan  membuktikan emansipasi perempuan, di kota ini ada Sekolah Kepolisian Negara yang pencetus lahirnya para polwan pertama. Ini sejarah yang harus diketahui, dan diwarisi dari generasi ke generasi".ucapnya


Yessi Endriani juga bangga dengan semangat para Polisi Wanita (Polwan) untuk melaksanakan tugasnya, walaupun berkolaborasi dengan Polisi Laki - Laki tetap menunjukkan dedikasi yang sama. Siapa bilang Polwan itu tidak modist dan stylist, coba kita lihat penampilan polwan sekarang pada cantik dan anggun loh. Disebutkan  perempuan  Bukik Kuliriak 24 Desember 1967 ini, polwan tidak terkesan berbeda disaat bertugas di lapangan,  penempatan sesuai tugas dan jabatannya.


"Tidak ada kan di lapangan kita lihat yang bertugas itu hanya polisi laki-laki, polwan juga bawa motor, namun tetap anggun. Jiwa feminimnya masih dimiliki, pokoknya polwan sekarang  tetap ikuti perkembangan, termasuk penampilan seorang perempuan".imbuhnya


Ketika ditanya, jika ada anggota keluarga istri Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias ini yang berkeinginan menjadi polwan, ia akan merekomendasikan guna meneruskan cita-cita figur polwan pertama yang lulus dari kota Bukittinggi. Ibunda Sultan Fazbir dan Agung Farasky ini mengajak generasi muda khususnya anak gadis minang  mempersiapkan diri  lebih awal untuk penuhi persyaratan ketika dibukanya penerimaan personil polisi wanita.


Selamat Ulang Tahun Polisi Wanita Indonesia ke-72 tahun, 1 September 2020.  Diketahui, tema momentum ini adalah Polwan Siap Mewujudkan Kamtibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif, agenda peringatan Hari Polwan disiarkan terpusat di Jakarta dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Edi Pramono. Kemudian membacakan sambutan Kapolri Jenderal Polisi Drs Idam Aziz, disebutkan Wakapolri dalam situasi adaptasi kebiasaan baru Covid-19 atau Tatanan Kehidupan Baru dimasa sekarang, Polri mendapat tugas mengawal masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

sumber:wikipedia

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar