News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kapolres AKBP Dwi Nur Setiawan: Kita akan Koordinasikan Jumlah Personil Operasi Yustisi, Adanya Sel (Penjara) bagi Pelanggar?

Kapolres AKBP Dwi Nur Setiawan: Kita akan Koordinasikan Jumlah Personil Operasi Yustisi, Adanya Sel (Penjara) bagi Pelanggar?

keterangan foto: Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, SIK, MH


RMT, Lubuk Basung- Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentang Adaptasi Kebiasaan Baru(AKB) penerapan protokol kesehatan telah disetujui Kementerian Dalam Negeri Repubik Indonesia.

Beberapa hari ini regulasi itu akan disosialisasikan kepada masyarakat agar diketahui, dipahami dan dipatuhi, dikarenakan terdapat sanksi bagi pelanggar seperti sanksi administrasi, denda dan kurungan penjara.

Menyikapi hal demikian Polres Agam tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam guna menindaklanjuti pelaksanaan Operasi Yustisi, penindakan jika adanya pelanggaran terhadap Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, S.IK, M.H ketika dihubungi RRI, Senin (05/10/2020) mengatakan pihaknya telah memberikan sejumlah nama personil Polres  yang akan terlibat dalam pelaksanaan Operasi Yustisi. Ia tetap berkoordinasi untuk penentuan jumlah kekuatan dan pemetaaan realiasi kegiatan. 

Keterangan Foto: Mapolres Agam tampak depan


" ya, kita kemarin surat acuannya dari pak Gubernur, memang Perda ini sudah ada nomornya yakni nomor 6 tahun 2020, makanya kita telah ajukan nama -nama personil yang akan terlibat dalam Operasi Yustisi".imbuhnya

Ketika ditanya apakah Polres Agam akan  menyiapkan Sel (Penjara)  khusus untuk menahan warga yang melanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini?, Kapolres AKBP Dwi Nur menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan  adanya sel khusus atau tidak, tentu pencermatannya juga dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Lebih jauh dikatakan, kapasitas sel (penjara) yang ada di Mapolres Agam di Lubuk Basung kondisinya saat ini telah penuh.

"Kita masih komunikasikan dulu dengan Pemkab Agam untuk sel  (penjara kurungan) bagi pelanggar,  kalau untuk penjara kita sekarang sudah penuh,mas".tuturnya

Dwi Nur Setiawan ajak dan himbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan terdapatnya sejumlah indikator seperti wajib menggunakan masker, membatasi jarak interaksi fisik dan sosial, sering mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer, serta meningkatkan imunitas tubuh. Disebutkan, kesadaran dan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Keterangan foto: Halaman Mapolres Agam di Lubuk Basung


Sementara itu, dalam Peraturan Daerah No 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru  diterangkan seperti pada Pasal 106 yang berbunyi:

Dalam pelaksanaan penegakan hukum, Pemerintah Daerah dapat membentuk tim terpadu penegakan hukum protokol kesehatan, dalam penegakan dan pengendalian COVID-19. Tim terpadu penegakan hukum terdiri dari Satpol PP Provinsi, perangkat daerah terkait, unsur kepolisian, TNI dan unsur instansi serta pemerintah kabupaten kota.

Pasal 110
Setiap orang yang melanggar kewajiban menggunakan masker, sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 ayat 1 huruf d angka 2, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 hari, atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dikenakan apabila sanksi administrasi yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali.

Pasal 111
Setiap penanggungjawab kegiatan/usaha yang melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan/usaha dan aktivitas lainnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 15 Juta. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dikenakan apabila sanksi administratif yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran.

(TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar