News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yogi Masda Perdana, Pendonor Sukarela "Nan Partamo Iyo Lain Nan Taraso, Nan Kaduo Handaknyo Sero"

Yogi Masda Perdana, Pendonor Sukarela "Nan Partamo Iyo Lain Nan Taraso, Nan Kaduo Handaknyo Sero"

keterangan foto: Yogi Masda Perdana bersama Petugas Aftar PMI Kota Bukittinggi Afredo tengah proses  donor darah

RMT, Bukittinggi: Semangat pemuda ini patut menjadi contoh bagi generasi muda di era milenial sekarang, pasalnya seperti " Berakit rakit ke Hulu, Berenang renang ke Tepian, Bersakit sakit Dahulu, Bersenang senang Kemudian".  Yogi Masda Perdana (23), sesuai akhiran namanya "Perdana" mencoba berdonor darah. Sabtu malam (28/11/2020) dirinya mendatangi Unit Donor Darah PMI kota Bukittinggi  di Jalan Dokter Jl. Dr. Abdul Rivai No.17A, Kayu Kubu, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Awalnya, ia penasaran tentang bagaimana rasanya ketika berdonor, apalagi saran membangun dari salah seorang reporter RRI Ahmat Ikhsan DT Majo Indo menjadi motivasi kuat sehingga niat untuk berdonor bukan semata tersimpan dihati sanubari dan bermuara dibenaknya, justru ditunaikan melalui aksi nyata sosial kemanusian.

Kenapa tidak?, beragam alasan muncul dan dilontarkan Yogi, sapaan akrabnya.  Ia antusias untuk mendapatkan manfaat dengan rutin berdonor darah. Sebetulnya sambung yogi, dirinya tetap mempelajari  ruang lingkup donor darah, apakah memang benar ketika seseorang rutin berdonor darah akan membuat tubuh gemuk atau malah sebaliknya diet. Keterangan yang ia terima dari  reporter RRI, bahwa  sebelum Ahmat Ikhsan DT Majo Indo berdonor darah pertama kali berat badan yang dimilikinya hanya berkisar pada angka 50 kg,  seiring waktu hingga telah berdonor  ke-25 kali berat badannya naik menjadi 79 Kg, diakui nafsu makan menjadi bertambah, tidur pun nyenyak dan tubuh lebih kebal terhadap penyakit.  Ditambahkan, apakah beberapa asumsi yang diterima Yogi Masda Perdana dari Ahmat Ikhsan DT Majo Indo tersebut semata mitos atau fakta?, tentu pakar atau ahli yang mampu menjelaskan alasan kuatnya.

Keterangan foto: Ketelatenan petugas aftar memasangkan dan mencabut jarum ketika donor darah

Ditegaskan Yogi, dirinya memang berkemauan kuat untuk berdonor darah, lagi pula pemuda ini dalam waktu dekat akan melepaskan masa lajangnya untuk menikahi lulusan Diploma 3 Farmasi yang bekerja di salah satu Apotik di kawasan Gadut, Kabupaten Agam. Ia ingin lebih sehat dengan rutin berdonor darah, tidak menginginkan gemuk melainkan terwujud badan yang proposional dan ideal. Bahkan yang bernilai utama adalah jika banyak orang berpikiran positif layaknya Yogi, maka persoalan kebutuhan darah lambat laun dapat terjawab.

Keterangan foto: selesai donor darah

Disisi lain, moment disaat  Yogi Masda Perdana melakukan donor darah  terdapat kejadian yang patut dimaknai juga secara positif, bagi seseorang yang baru pertama kali ingin dan akan berdonor darah harus  mempersiapkan kondisi tubuh yang fit, mengacu pada indikator yang ada, disamping tubuh yang fit ternyata psikologis memang mempengaruhi  kestabilan diri. Hendaknya, pendonor pemula itu tidak merasa stres, panik dan takut, dikarenakan dampaknya buruk terhadap proses donor dan darah yang diambil.

"Iya, bang tadi sudah merasakan lain, tenggorokan haus, pengen minum. Ditambah berkeringat, nah habis donor perut langsung terasa lapar. Sempat banyak tanya tadi sama petugas, ternyata itu trik agar saya tidak fokus pada kecemasan, baru pertama ikut donor darah. Tapi, bagi saya donor darah adalah aksi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain".ucap yogi

Keterangan foto: waktu untuk mengambilan darah tidak lah lama

Hal demikian dibenarkan salah seorang petugas aftar UDD PMI kota Bukittinggi Afredo, lebih jauh menyebutkan  pihaknya tetap memberikan saran agar pendonor rileks dan nyaman, walaupun baru pertama kali mencoba donor darah.

"Makanya saya tadi, nggak mau meninggalkan yogi, apalagi dia merasa haus, diawal memang mulai tampak potensi dan kecemasan, jika memuncak dampaknya merugikan bagi tubuh dan darah yang didonorkan. Jika pendonor merasa pusing dan tidak sanggup melanjutkan donor, sementara darah belum penuhi kantong maka darah yang telah dikantong itu tidak akan dapat dipergunakan, kita akan bakar. Makanya, kita pastikan dulu pendonor harus nyaman dan santai, kita ajak cerita guna kelabui pikiran dan kecemasannya itu".ujarnya

(DTMI/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar