News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bawaslu kota Bukittinggi Gelar Sosialisasi Evaluasi Pengawasan Pemilu

Bawaslu kota Bukittinggi Gelar Sosialisasi Evaluasi Pengawasan Pemilu

keterangan foto: Suasana Sosialisasi Evaluasi Pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  Sumbar serta Walikota dan Wakil Wakil Walikota Bukittinggi Pilkada Serentak tahun 2020 yang digelar Bawaslu Kota Bukittinggi di Hotel Pusako Bukittinggi

RMT, Bukittinggi: Pesta demokrasi melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2020  boleh dikatakan hampir mendekati tahapan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan, termasuk pelaksanaan di kota Bukittinggi.

Kelancaran dan suksesnya "alek lima tahunan" itu  tentu tidak terlepas dari tugas pokok dan fungi penyelenggara pemilu serupa Bawaslu dalam hal pengawasan Pemilu. Namun, hasil kerja keras bersama stake holder untuk mendukung keberhasilanya.

keterangan foto: peserta tengah mengikuto sosialisasi pengawasan pemilu

Terkait hal itu, Bawaslu Kota Bukittinggi paparkan Evaluasi Pengawasan Pemilukada Serentak tahun 2020 dalam sebuah pertemuan sosialisasi  dengan melibatkan banyak unsur seperti Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, KIPP, Insan Pers dan lintas sektoral lainnya. Kegitan ini dilaksanakan di Auditorium Hotel Pusako Bukittinggi, Sabtu (26/12/2020).

Ketua Bawaslu kota Bukittinggi Ruzi Haryadi, S.Ag, MA mengatakan pihaknya akui pelaksanaan Pemilukada memiliki beragam dinamika yang terjadi  di lapangan, tentu tidak ada "Gading yang Tak Retak " terhadap tupoksi lembaga ini untuk bekerja  untuk mengawasi segala tahapan pemilu.

Ia menjelaskan luasnya ruang lingkup dan aspek pengawasan yang  semestinya menjadi fokus  Bawaslu  dipengaruhi dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Dalam keorganisasian Bawaslu terdapat sejumlah divisi yang mempunyai beban kerja tersendiri terintegrasi satu sama lain.

Keterangan Foto: Peserta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab

"Saya selaku Ketua Bawaslu memiliki tugas di divisi, begitu juga dengan bu Eri Vatria dan Bu Asneli pun membawahi divisinya masing - masing, sementara saya punya staf masih hitungan jari  sama halnya dengan divisi lain. Makanya, kita butuh sinergi untuk menuntaskan tugas pokok dan fungsi kita untuk pengawasan Pemilu".ujarnya

Keterangan foto : Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi Ruzi Haryadi tengah paparkan materi Evaluasi Pengawasan

Kemudian Ruzi Haryadi menyebutkan Pemilukada Serentak tahun 2020 ini berbeda  pelaksanaannya jika dibandingkan  dengan Pemilu sebelumnya, lantaran berada di masa pandemi Covid-19. Pola kerja pengawasan harus mengacu pada Peraturan Pemilu dan ditambah dengan acuan penerapan Protokol Kesehatan (ProKes) cegah penyebaran Virus Corona. Bahkan, tahapan pemilu jauh berbeda pelaksanaannya dengan pemilu lalu. Ia mencontohkan kegiatan sosialisasi kepada peserta pemilu dan lintas sektoral lainnya pun dibatasi.  Kalau dilaksanakan dalam bentuk pertemuan maka jumlah peserta tidak boleh banyak dan ramai,  dikarenakan  adanya indikator pembatasan jarak interaksi. 

"kita ingin semua pihak apakah peserta pemilu (pasangan calon dan tim pemenangan),terutama masyakat sebagai pemilih harus tahu bentuk - bentuk dan jenis pelanggaran pemilu.apa yang dikatakan Money Politic, dan pelanggaran lainnya. Sementara, kegiatan kita tidak seperti dulu untuk mengakomodir kekuatan demi pelaksanaan pengawasan".imbuhnya

Keterangan foto: Peserta tengah mendengarkan penjelasan narasumber

Ruzi Haryadi tidak menampik dirinya terdampak pandemi Covid-19, dari hasil pemeriksaan  test swab,  terkonfirmasi positif Virus Corona. Hal hasil pasca terpapar harus menjalani isolasi mandiri di rumah hingga kembali dinyatakan non reaktif. Selama  itu, dirinya tetap berkoordinasi dan berkomunikasi menggunakan metode efektif  untuk pelaksanaan pengawasan. Disebutkan,  di masa tersebut Bawaslu tetap menerima sejumlah pengaduan dan pelaporan.

"Tetap, walaupun kita menjalani isolasi mandiri,  dan jajaran lainnya tetap mengkoordinasikan pengaduan dan peloporan masyarakat agar ditindaklanjuti"

"Kita menerima 22 laporan dan 5 temuan adanya pelanggaran pemilukada. Kita melibatkan banyak unsur untuk pengawasan  pemilu, kita libatkan mahasiswa dari perguruan tinggi juga kejaksaan, Polri, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar dan insan media. Keterlibatan itu untuk meningkatkan kesadaran hukum".tambahnya
Keterangan foto: Sosialisasi Evaluasi Pengawasan Pemilu menghimpun  ide untuk tidaklanjut dinamika pemilu

Agenda Sosialisasi Evaluasi Pengawasan  yang berlangsung satu hari ini bermuara dengan  peran serta segenap unsur khususnya peserta yang hadir untuk menyikapi fenomena dan dinamika Pemilukada serentak tahun 2020 lalu, selanjutnya  menjadi proyeksi pelaksanaan pemilu berikutnya. Bawaslu kota Bukittinggi mengharapkan ide/gagasan, saran dan kritikan membangun untuk pengawasan pemilu di masa mendatang. Hal tersebut dibuktikan dengan pembagian secarik kertas oleh panitia agar peserta menuliskan ide, saran dan kritikan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Bawaslu.
 
(Maindo/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar