News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dinas Pariwisata Sumatera Barat Gelar Workshop Evaluasi Kegiatan Penguatan Pokdarwis Kawasan Mandeh

Dinas Pariwisata Sumatera Barat Gelar Workshop Evaluasi Kegiatan Penguatan Pokdarwis Kawasan Mandeh


Keterangan foto : Peserta workshop foto bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat

RMT, Bukittinggi - Dikatakan H.Novrial,SE,M.A,Ak Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat usai membuka dan sekaligus memberikan arahan kepada peserta workshop evaluasi kegiatan penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kawasan Mandeh di hotel Grand Bunda, Rabu malam (16/1/2020).

Disampaikannya memanfaatkan dana Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) dari Pemerintah Pusat kepada Provinsi Sumatera Barat. Program PHJD dilakukan dalam rangka menunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Pesisir Selatan. PHJD ini memang unik karena penerima manfaatnya hanya 5 pokdarwis sebanyak 50 orang peserta yang mengikuti workshop tersebut.

Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat mengawal dan mendampingi ke 5 pokdarwis itu terus menerus, sehingga pada acara ini adalah acara terakhir untuk evaluasi. Artinya begitu kita mulai program PHJD dahulu untuk Mandeh, kemudian sekarang berakhir tahun pertama itu progresnya seperti apa.

Tujuannya pertama untuk melihat progres dan yang kedua untuk membuat disain lebih lanjut di tahun kedua dan tahun ketiga. Ekpektasi kita memang ada peningkatan di 5 pokdarwis ini, mudah-mudahan kelima pokdarwis ada peningkatan dari beberapa aspek, sehingga tahun depan kita bisa masuk dengan pola-pola pendampingan baru untuk 5 pokdarwis dan 50 anggotannya.

Di kawasan Mandeh adanya membuka daerah baru dan dibangun daerah khusus pariwisata juga dibangun jalan sepanjang kurang lebih 41 kilometer, dinas pekerjaan umum menganggap bahwa daerah itu sebagai kawasan strategis pariwisata nasional itu dapat dipicu peningkatan kesejahteraannya dengan masyarakatnya melalui pembukaan jalan.

Ini adalah program dari Pemerintah Pusat, Mandeh adalah salah satu contoh, tidak hanya Mandeh, tapi ada juga yang lainnya di Bangka Belitung, Yogya, Kalimantan dan Sulawesi.

Lebih lanjut dikatakannya, kawasan Mandeh sebenarnya sudah over ekspos, artinya semua pelaku usaha pariwisata sudah mengetahui tentang kawasan Mandeh. Sebelumnya sudah diekspos sedemikian rupa bahwa Mandeh akan seperti yang apa dibayangkan, sementara realitanya tidak seperti itu atau tidak sebagaimana yang diberitakan.

Mandeh yang pada awalnya sudah kita buat untuk wisata berkualitas (quality tourism) sudah terlanjur menjadi must tourism, artinya orang sudah banyak yang datang mengunjungi Mandeh. Dengan banyaknya pengunjung wisatawan nusantara maupun mancanegara, maka disinilah peran pokdarwis untuk mengaturnya zona-zona tempat warga masyarakat berjualan, ucap Novrial.

Sementara itu Megarina,SE Kasi pengembangan kerjasama dan usaha pariwisata mengatakan menilai bagaimana hasil pelaksanaan kegiatan workshop, lalu mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh pokdarwis, sehingga dapat dilakukan evaluasi seta memberikan kesempatan untuk meningkatkan semangat pokdarwis serta memberikan umpan balik dan informasi penting untuk memperbaiki kekurangan dari pokdarwis.

Kegiatan workshop ini berlangsung selama 3 hari dimulai dari tanggal 16 hingga 18 Desember 2020, sedangkan narasumber terdiri dari dinas pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dinas pariwisata dan kebudayaan Kota Padang, dinas Parpora Kabupaten Pessel, DPD GIPI Provinsi Sumatera Barat, Pokdarwis Nyarai dan pelaku pariwisata, pungkas Megarina. (Iwin SB)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar