News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ini Penjelasan Walikota Bukittinggi ketika Menghadapi Pergantian Tahun Baru Masehi, Prokes Tetap Dipatuhi

Ini Penjelasan Walikota Bukittinggi ketika Menghadapi Pergantian Tahun Baru Masehi, Prokes Tetap Dipatuhi

keterangan foto: suasana jumpa pers yang berlangsung di lantai 3 Balai Kota Bukittinggi

RMT, Bukittinggi: Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyatakan sikap untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan sejumlah kebijakan serupa menutup penuh semua objek wisata berbayar yang ada di daerah ini. Penutupan itu juga mengacu pada edaran Gubernur Sumatera Barat yang telah disampaikan ke masing-masing Bupati/Walikota di ranah minang.

Penutupan semua objek wisata di kota Bukittinggi itu terhitung mulai 31 Desember hingga 3 Januari 2020. Hal demikian disampaikan Walikota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias ketika Konferensi Pers di Aula Balai Kota Bukik Gulai Bancah, Rabu (30/12/2020). Jumpa pers dihadiri Wakil Walikota Irwandi, Ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofyan, Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi Drs Media Rinaldi, H, Ketua Pengadilan Negeri 1B Bukittinggi Efendi, SH, Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Komandan Kodim 0304 Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dadi, dan Sekretaris Daerah Yuen Karnova menyampaikan beberapa point kepada awak media untuk disampaikan dan dipublikasikan.

Keterangan Foto :Walikota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias didampingi Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara

"Mulai tanggal 31 Desember hingga 03 Januari 2021 itu seluruh objek wisata berbayar  di kota Bukitinggi kita tutup untuk umum. Termasuk kawasan Pedistrian Jam Gadang kita juga batasi sehingga tidak ada kerumunan dan keramaian, seperti yang duduk- duduk juga berkumpul. Kita tidak ingin muncul kluster pandemi Covid-19 di objek wisata dan fasilitas umum".ujarnya

Ia menambahkan akses transportasi memasuki pusat kota Bukittinggi melalui jalan protokol dan ke Jam Gadang juga ditutup untuk dilewati kendaraan terhitung pada 31 Desember 2020 mulai pukul 16.00 wib. Disebutkan,  tamu hotel yang sudah membooking sarana penginapan di daerah ini akan dijemput oleh petugas hotel di posko pengamanan tahun baru yang telah didirikan sejak beberapa waktu lalu.  Setiap tamu harus diperiksa kesehatannya mengacu pada indikator cegah Virus Corona.

Selanjutnya, berkaitan dengan operasional rumah makan dan restoran diberikan batas waktu oleh Pemerintah Kota Bukittinggi hingga pukul 21.00 wib untuk melayani pembeli pada tanggal 31 Desember hingga 03 Januari 2021. Walikota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias sempat menanggapi tanggapam wartawan yang mempertanyakan alasan diberlakukannya sarana kuliner untuk membuka transaksi jual beli itu, dikarenakan pada Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat termuat pelaku usaha serupa rumah makan, restoran, cafe dan sejenis hanya diberikan pelayanan penjualan tidak makan ditempat dalam artian produk yang dibeli harus dibungkus dan dibawa pulang. Pernyataan itu langsung ditanggapi dengan dasar mengingat kebutuhan tamu atau pengunjung hotel yang datang ke kota Bukittinggi sementara butuh pemenuhan konsumsi, jika semua sentra kuliner tidak memberikan pelayanan tentu menimbulkan respon lainnya.

" kita mengantisipasi jika ada tamu hotel yang terlalu lama datang ke Bukittinggi, kemalaman kemudian ingin makan, tentu mereka mencari sentra kuliner. Makanya kita batasi jual belinya hingga jam 9 malam. Tapi, pelayanan tetap mengacu pada terpenuhi protokol kesehatan".imbuh Walikota

Keterangan Foto:Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bukittinggi sesaat sebelum memasuki ruang rapat

Pihak keamanan yakni Polri, TNI, Satpol PP dan lini terkait lainnya akan menyisir semua titik di kota Bukittinggi terhadap penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dikenal dengan Operasi Yustisi. Setiap orang yang terbukti melanggar Prokes akan langsung tidak oleh aparat.

Sekali lagi ditegaskan Walikota Ramlan Nurmatias didampingi Kapolres AKBP Dody Prawiranegara bahwa Pemerintah Daerah tidak ada mengakomodir perayaan tahun baru. Masyarakat seharusnya memaknai momentum pergantian tahun itu dengan kegiatan yang positif, melaksanakan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah di mesjid dan surau.

(MAINDO/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar