News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ketua PMI Bukittinggi Chairunnas: Relawan PMI itu Bukan Hanya Sebatas Relawan, Memang Berkompetensi

Ketua PMI Bukittinggi Chairunnas: Relawan PMI itu Bukan Hanya Sebatas Relawan, Memang Berkompetensi

keterangan foto: Ketua PMI Kota Bukittinggi H Chairunnas didampingi Kepala Markas Ahmad Jais ketika diwawancarai wartawan

RMT, Bukittinggi: Suksesnya program Palang Merah Indonesia (PMI) bukan semata hasil kinerja kepengurusan organisasi sosial kemanusian itu sendiri,  dedikasi para relawan yang berjibaku melayani kebutuhan masyarakat, bekerja dengan hati nurani demi menolong dan membantu orang lain secara ikhlas.

Hal demikian ditegaskan ketua PMI Kota Bukittinggi H.Chairunnas, Rabu (06/01/2021) di Markas PMI di Jalan A.Rivai  kepada wartawan dirinya mengatakan pihaknya bangga dengan terdapat 40 orang relawan yang siap turun ke lapangan, bahkan di tahun 2020 lalu jumlah relawan PMI Kota Bukittinggi mengalami penambahan dari angka itu lantaran dukungan para mahasiswa asal Bukittinggi yang berkuliah di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia guna melaksanakan pengabdian masyarakat atau kuliah kerja nyata (KKN). Situasi pandemi covid 19 mampu dimaknai oleh generasi muda untuk berbuat dengan aksi, tidak hanya berbicara dan berkomentar. Penanganan pandemi virus Corona didukung melalui penyampaian informasi  dan literasi si tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Keterangan foto: menerima peralatan indikator 3 M, cegah Covid-19

Diketahui, setiap tanggal 26 Desember dikenal sebagai hari relawan nasional di Indonesia. Momentum itu tidak selamanya dimaknai dengan serangkaian perayaan dan kegiatan seremonial, justru membangun motivasi agar setiap relawan PMI bekerja dengan hati sesuai dengan mutu bersama kita bisa. Publik harus memahami tidak mudah dan tidak semudah menjadi seorang relawan PMI, dikarenakan kompetensinya  memang teruji dan terbukti.

Keterangan Foto: Media Publikasi dan Informasi Protokol Kesehatan

"Sekarang yang aktif sekitar 40 orang, kemarin itu lebih  lagi, kenapa?. Sampai 125 orang jumlah relawan PMI, karena datang anak - anak kita  para mahasiswa, mereka melaksanakan kegitan Promkes, mereka bergabung untuk mensosialisasikan Protokol Kesehatan,  mereka telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, kita akan keluarkan sertifikat sebagai mereka berkerja, ada 10 hari, 20 hari, 30 hari, sampai hari ini saja walaupun kuliah sudah selesai masih ada yang ikut turun sebagai relawan PMI Bukittinggi".ujarnya

"Kita bisa pastikan relawan yang dimiliki dan tercatat itu memiliki kompetensi, jadi tidak semata menolong jika orang lain atau warga yang butuh pertolongan, kecakapan skill dan kemampuannya memang kita bekali dengan mengikutsertakan pada pelatihan bersama narasumber berkompetensi hingga mengantongi sertifikat pelatih internasional kita datangkan ke Bukittinggi".ujarnya

Keterangan Foto: Produk yang semestinya terbiasa digunakan masyarakat untuk mencegah terpapar Covid-19, ketika beraktivitas

"Coba pak datuk lihat, para supir ambulance kita itu bukan hanya membawa pasien atau korban, tapi ada SOPnya, jadi bukan untuk gagahan bawa ambulance karena aksesnya difasilitasi di jalan raya, tetap ada aturan kecepatannya berapa, cara mengangkut dan membawanya, bahkan pelatihan yang kita melibatkan sejumlah OPD terkait banyak yang tidak mampu mengikuti pelatihan seperti yang dijalani relawan kita".tambahnya

Kepala markas PMI Bukittinggi Ahmad Jais menyebutkan pengabdian para relawan Palang Merah Indonesia atau PMI sejatinya tidak dapat dihargai dengan materi, jiwa sosial kemanusiaan yang tinggi tumbuh dari dalam diri relawan yang menggerakkan aksi kepedulian dan pertolongan.

keterangan foto: Ketua PMI Kota Bukittinggi H Chairunnas didampingi Kepala Markas Ahmad Jais ketika diwawancarai wartawan

Dikatakan Ahmad Jais, relawan PMI memang siap memberikan pertolongan pertama ketika terjadi musibah apapun, sehingga persepsi PMI hanya berkaitan dengan kegiatan donor darah perlu diluruskan di tengah masyarakat Setiap kegiatan serupa pelaksanaan operasi lilin Singgalang lalu, PMI Kota Bukittinggi buktikan kinerja nya untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Keterangan Foto: Media Publikasi dan Informasi Protokol Kesehatan

"Sebetulnya hari relawan nasional didasari ketika terjadinya musibah Tsunami di Aceh, pada saat itu semua masyarakat turun ke lapangan dengan tidak melihat siapa, termasuk dari luar negeri. Melihat antusias seperti itu, maka ketika masa pemerintahan Presiden SBY maka ditetapkan setiap tanggal 26 Desember sebagai Hari Relawan Nasional, kita laksanakan sesuai amanat yang ada, jadi relawan itu rela memberikan apa yang dimiliki untuk membantu orang lain".ucapnya

Keterangan Foto: Media Publikasi dan Informasi Protokol Kesehatan

Pengurus PMI Kota Bukittinggi apresiasi kerja keras para relawan begitu juga halnya dengan anggota keluarganya, tidak mudah menerima kenyataan dan pilihan terhadap relawan PMI, bukan mencari uang atau menjadikan sebagai mata pencaharian melainkan semangat menolong orang lain, untuk meraih kebahagiaan yang kekal dengan balasan sang pencipta kelak berbuat dengan ikhlas atas Ridha Illahi.

Keterangan Foto: Media Publikasi dan Informasi Protokol Kesehatan
(MAINDO/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar