News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Buya H.Marfendi Dt,Basa Balimo, Ketua MPD PKS Kembalikan Kota Bukittinggi Sebagai Kota Pendidikan

Buya H.Marfendi Dt,Basa Balimo, Ketua MPD PKS Kembalikan Kota Bukittinggi Sebagai Kota Pendidikan

Keterangan foto : Buya Marfendi di sekretariat PWI Kota Bukittinggi

RMT, Bukittinggi - Dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) ke 75 tahun 2021, Buya H.Marfendi Dt,Basa Balimo, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga sebagai Wakil Wali Kota Bukittinggi terpilih periode 2021-2025 bersama jajaran PKS Kota Bukittinggi bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi, Kamis (11/2) di sekretariat PWI setempat.

Dijelaskan Buya H.Marfendi, Kota Bukittinggi yang mempunyai ikon sebagai “Kota Pendidikan, Kota Kesehatan, Kota Jasa Perdagangan, Kota Wisata, Kota Sejarah”, dari beberapa ikon tersebut, Kota Bukittinggi lebih dikenal kini atau branded nya sebagai Kota Wisata. Karena dilihat dari sisi pariwisata yang ada di Provinsi Sumatera Barat, Kota Bukittinggi lah yang menjadi tujuan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Tapi jangan dilupakan bahwa Kota Bukittinggi dahulu lebih dikenal sebagai Kota Pendidikan, karena di Kota inilah lahir tokoh-tokoh pendidikan yang tidak dapat dilupakan, seperti Dr. (H.C.) Drs.H.Mohammad Hatta yang populer disebut Bung Hata tokoh Proklamator seorang putera asli daerah, bahkan untuk mengenang nama pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, rumah kelahirannya pun dijadikan museum dan Istana Negara di Kota Bukittinggi dinamakan Istana Bung Hatta begitu juga Perpustakaan Nasional dinamakan Perpustakaan Nasional Bung Hatta.

Tokoh yang dikenal lainnya yaitu Muhammad Natsir berasal dari Alahan Panjang dan Buya Hamka dari Maninjau, beliau-beliau lebih dekat dengan Kota Bukittinggi, ini sangat yang luar biasa beban berat bagi psikologi Kota Bukittinggi untuk kita angkatkan kembali kedepan Kota Bukittinggi sebagai Kota Pendidikan.

Mudah-mudahan bersama insan pers khususnya yang tergabung didalam wadah PWI Kota Bukittinggi mampu dapat mengangkat cita-cita ini kembali sebagai Kota Pendidikan, karena dari Kota inilah lahir orang-orang yang sangat luar biasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita menginginkan Kota Bukittinggi dapat mencetak atau melahirkan orang-orang yang dapat terpandang kembali. Tentu ini kerja kita bersama insan pers.

Ketika Iwin SB koordinator bidang pedidikan PWI Kota Bukittinggi menanyakan mengenai jam pelajaran agama di sekolah mulai sekolah dasar, lanjutan pertama dan lanjutan atas yang sangat minim hanya 1 jam pelajaran dalam 1 minggu. Buya Marfendi akan membahasnya lebih lanjut, agar anak-anak generasi penerus bangsa dapat lebih banyak memahami agamanya. Di contohkannya pada Sekolah Dasar Islam Terpadu merupakan salah satu sekolah swasta di Kota Bukittinggi peminat sangat membludak, tentunya pelajaran ilmu pengetahuan agama seimbang dengan pelajaran ilmu pengetahuan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan Buya Marfendi Wakil Wali Kota Bukittinggi terpilih, jika disetujui Kota Bukittinggi nantinya akan juga membangun Perguruan Tinggi Negeri. Kita mampu akan hal tersebut, jelasnya. Atau ada Perguruan Tinggi yang sudah luar biasa membuka cabang di Kota Bukittinggi, Buya Marfendi pun sudah membicarakan dengan salah satu perguruan tinggi di Korea, bahkan mereka pun sanggup untuk membuka cabang di Kota Bukittinggi.

Kita akan mengembalikan marwah Kota Bukittinggi sebagai Kota Pendidikan, mudah-mudahan dengan bekerjasama dengan insan pers kita angkat permasalahan ini. Pendidikan ini benar-benar sangat diutamakan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama, bagaimana bisa maju jika generasi tidak ditunjang dengan iman, ilmu pengetahuan dan akal pikiran yang sehat, ungkap Buya Marfendi. (IWSB/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar