News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Antara Uang dan Covid-19, Bank Nagari Bukittinggi Sikapi Ini

Antara Uang dan Covid-19, Bank Nagari Bukittinggi Sikapi Ini

keterangan foto: Pimpinan Bank Nagari Kantor Cabang Bukittinggi,Tasman

RMT, Bukittinggi: Pemerintah saat ini masih berupaya untuk menangani pandemi covid-19 dengan sejumlah program dan kebijakan serupa halnya  pelaksanaan vaksinasi berproses sesuai tahapan dan jadwalnya.

Virus corona ini perlu disikapi bijak dengan tindakan antisipasi agar tidak menimbulkan kluster baru terhadap potensi yang tidak diinginkan terjadi, perbankan merupakan salah satu sarana publik yang berkaitan erat dengan aktivitas dan mobilitas massa, dikarenakan adanya sejumlah transaksi dan interaksi. Uang sebagai alat tukar perlu dicermati lebih dini agar tidak menjadi ranah   penyebaran virus tersebut.

Kepala Bank Nagari Kantor Cabang Bukittinggi Tasman, Jumat (26/03/2021) mengatakan pihaknya berkomitment agar perbankan ini tidak berimbas terhadap penyebaran virus corona. Disebutkan, disamping ditempatkan sejumlah perlengkapan untuk menghindari potensi penyebarannya serupa membatasi jarak nasabah dengan petugas menggunakan pembatas transparan,  Bank Nagari juga mengedepankan program transaksi non tunai melalui  Quick Respond Indonesian Standard (QRIS)   yakni Standar Nasional QR Code yang ditetapkan Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia QRIS Hadir di Aplikasi Nagari Mobile Banking, dapat diakeses secara online.

" uang sebagai alat tukar bertransaksi, ditengah masa pandemi saat ini  guna menghindari potensi dan indikasi penularan maka program QRis  atau penggunaan uang non tunai menjadi pilihan.  Bukan hanya bagi pelaku ekonomi kecil atau besar, tapi para pelaku UMKM dapat memanfaatkannya,  bahkan setiap orang yang punya rekening Bank Nagari kita dapat buatkan QRnya, disamping itu keuntungannya adalah uang yang dibayarkan sesuai angka yang tertera, contohnya, maaf ni pak kalau kita belanja  di super  market/mini market atau sejenis terkadang kembalian uang kita diganti dengan permen, nah. Di QRis itu tidak berlaku, Rp 1 pun tetap dihitung, tanpa ada yang dirugikan. Kita sampai sekarang tetap terapkan Protokol Kesehatan (Prokes), bapak bisa cek di depan, baik di Customer Service (CS) dan teller, kami batasi karyawan dengan nasabah guna menghindari potensi paparan covid, kita juga pisah duduk  di kursi tunggu, security tetap ukur suhu tubuh orang - orang yang masuk ke Bank, diminta cuci tangan dan pakai masker.  Kita akui, sebelumnya ada anggota kita yang positif covid-19, tapi sekarang sudah sembuh, kita juga punya cost untuk menindaklanjuti jika ada karyawan yang diharuskan untuk diisolasi dan sebagainya. Iya, ini sudah tugas kita harus siap dalam kondisi apa pun untuk melayani masyarakat,"ujarnya


Vera Erizona, salah seorang  Customer Service (CS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Nagari Kantor Cabang Bukittinggi menyebutkan pihaknya  akui butuh sikap bijak untuk antisipasi potensi dan indikasi penyebaran covid-19  dikarenakan memiliki tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) bersama para nasabah. Namun, penerapan Protokol Kesehatan (Prokes)  dapat membantu  memutus mata rantai pandemi tersebut. Dikatakan, berkaitan dengan program vaksinasi covid-19 dirinya menanggapi positif  untuk memberikan pertahanan yang lebih terhadap peningkatan imunitas tubuh seseorang, jika terpapar maka  tingkat resiko yang dihasilkan akan lebih rendah diderita.

Keterangan foto: pelayanan kepada nasabah Bank Nagari kantor cabang Bukittinggi, penuhi indikator Prokes

"Kalau dulu, iya kita pakai sarung tangan, pak. Tapi, tangan lebih cepat berkeringat selama bekerja, makanya sekarang kita sudah dibatasi pembatas transparan dengan nasabah. Kita lebih sering cuci tangan dan gunakan handsanitizer. Kalau saya, mau divaksin apalagi jika sudah arahan pimpinan dan institusi demi mempertahankan imun tubuh,"ucapnya

Zulhelmi, salah seorang tenaga security Bank Nagari Kantor Cabang Bukittinggi mengatakan pihaknya yang menjadi bagian terdekat  sebagai garda terdepan  berinteraksi dengan publik, khususnya para nasabah harus menerapkan ketegasan didasari sikap humanis agar Protokol Kesehatan (Prokes) diterapkan secara baik, sejauh ini belum ditemukan penolakan dari lini mana pun ketika berada di perbankan itu. Disebutkan, nasabah atau tamu yang datang harus diidentifikasi kondisi tubuhnya dengan pengukuran suhu, kemudian mengacu pada indikator 5 M.  Pihaknya mendukung pelaksanaan program vaksinasi covid-19.

"Kita tetap minta setiap tamu atau nasabah yang datang wajib pakai masker, diukur suhu tubuhnya, mencuci tangan. Sejauh ini belum ada penolakan dari seseorang (tamu /nasabah) untuk terapkan protokol kesehatan. Pelayanan terhadap sahabat difabel pun kita sama kan, pak. Namun, kita yang membantu mereka, jika akan ke teller atau CS kita yang kejar bola, kita bantu, begitu juga jika di ATM kita utamakan sahabat difabel, apalagi di situasi sekarang ya,"ucapnya

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimis program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat dicapai guna menjawab dampak pandemi virus corona, mencermati program itu Bank Nagari Kantor Cabang Bukittinggi  telah membuktikan dana stimulan yang dikucurkan  pemerintah pusat mampu dimanfaatkan para pelaku UMKM agar tetap bertahan dan berkembang di tengah masa pandemi virus corona. Diketahui dana stimulan itu senilai Rp  250 miliyar telah terserap di lapangan.

(Maindo/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar