News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Membangkitkan Perekonomian di Pandemi COVID-19 Wisata Kuliner Sate Yokono Hadir Di Bukittinggi

Membangkitkan Perekonomian di Pandemi COVID-19 Wisata Kuliner Sate Yokono Hadir Di Bukittinggi


 

Keterangan foto : Yudi chief penjual sate ayam spesifik bumbu kambing


RMT, Bukittinggi- Salah satu ikon Kota Bukittinggi adalah sebagai kota Wisata, Wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Sumatera Barat jika tidak singgah di Kota Bukittinggi belumlah lengkap merasakan berwisata. Kota Bukittinggi kota yang asri dan udara sejuk, banyak terdapat  objek wisata alam, objek wisata sejarah, wisata budaya dan wisata lainnya, termasuk juga wisata kuliner.

Yudi seorang tukang masak (chief) pernah belajar di negara Jerman mengatakan, Rabu (10/3) bahwa Kota Bukittinggi dikenal Kota Wisata, wisatawan yang datang ke Kota Bukittinggi disamping berwisata tentunya mencari juga wisata kuliner untuk menikmati makanan dan minuman yang ada di Kota ini.
Dijelaskan Yudi, pada amanat Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dalam apel gabungan ASN di lingkungan Pemko Bukittinggi, di lapangan Balaikota, minggu lalu mengatakan meminta ASN untuk dapat bersama-sama menyusun strategi agar tingkat kunjungan wisata ke Kota Bukittinggi ini dapat kembali meningkat. Masa pandemi, protokol kesehatan harus dilaksanakan, tapi upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata harus dilakukan.

Pariwisata memang tujuan utama, karena kalau tidak ada kunjungan, ekonomi lumpuh. Kita harus siapkan Kota Bukittinggi sebagai kota yang aman dikunjungi untuk menghilangkan stres dan tidak terdampak COVID-19.

Di tempat terpisah Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi juga menjelaskan Kota Bukittinggi yang mempunyai ikon sebagai “Kota Pendidikan, Kota Kesehatan, Kota Jasa Perdagangan, Kota Wisata, Kota Sejarah”, dari beberapa ikon tersebut, Kota Bukittinggi lebih dikenal kini atau branded nya sebagai Kota Wisata.

Karena dilihat dari sisi pariwisata yang ada di Provinsi Sumatera Barat, Kota Bukittinggi lah yang menjadi tujuan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota utama di Sumatera Barat dan juga merupakan daerah tujuan wisata yang telah dikenal di Indonesia dan mancanegara.


Keterangan foto : sate ayam Yokono spesifik bumbu kambing


Lebih lanjut disampaikan Yudi, dalam pandemi COVID-19 ini mempengaruhi perekonomian masyarakat, maka dari itu membuka usaha menjual sate ayam di rumah di kawasan depan tugu Proklamator Bung Hatta dan sekitar 10 meter ke pedestrian taman Jam Gadang. Kuliner yang disajikan dinamakan “Sate Yokono”, ini adalah satu-satunya kuliner sate ayam spesifik bumbu kambing yang ada di kota wisata Bukittinggi.

Awal mula membuka usaha sate ayam spesifik bumbu kambing ini, memanfaatkan kesempatan wisatawan mencari tempat makan yang datang di masa liburan panjang dan liburan akhir tahun. Dari sinilah terpikir untuk menjual kuliner yang tidak ada di Kota Bukittinggi yaitu sate ayam spesifik bumbu kambing.

Sate ayam Yokono ini pun bukan dari negara Jepang tapi mempunyai pengertian dalam bahasa Minang yaitu Yo ko noah, Alhamdulillah telah tiga bulan ini wisatawan yang datang Kota Bukittinggi menikmati sate ayam ini. Kedepannya akan mengembangkan lagi usaha kuliner ini dengan beragam makanan kuliner seperti sate kambing, kambing guling, martabak mabuhai dan minuman kopi durian, ini semuanya tidak ada di Kota Bukittinggi, ucapnya.

Dalam segalanya semuanya dikerjakan sendiri, mulai pagi hari ke pasar membeli ayam potong, bahan-bahan bumbunya dan mengerjakannya sendiri pula di rumah. Sore hingga malam hari sampai jam 22.00 Wib sendiri pula menjualnya, harganya pun terjangkau satu porsi sate ayam spesifik bumbu kambing berikut ketupat seharga Rp20.000.-

Menjadi seorang pengusaha kuliner (entrepreneur) tidak semudah dibayangkan, harus mempunyai ilmu dan kemampuan untuk berusaha. Sebelum membuka usaha kuliner sate ayam, pernah membuka usaha kue kering dan basah, martabak mabuhai (martabak daging bundar aduhai) memang aduhai rasanya dan kalau pengertian dalam bahasa negara Philipina artinya selamat datang.

Diharapkan dinas UMKM dapat melirik usaha rumahan ini guna dikembangkan lebih lagi, karena dari permodalan sendiri untuk membeli bahan dan peralatan kurang memadai. Sekira harapannya dapat dipenuhi, nanti dapat menjadi pioner di Kota Bukittinggi dan semakin banyak kuliner seperti ini, harapnya. (ISB/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar