News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemuda Kreatif Melestarikan Kuliner Tradisional

Pemuda Kreatif Melestarikan Kuliner Tradisional

Keterangan foto : Muhammad Haris di saung sore tempat kuliner tradisional

Bukittinggi, Pesona Alam Minangkabau dihiasi alam terbentang yang asri dan udara sejuk, objek wisata alam mengundang untuk melihat keindahannya. Begitupun dengan kuliner makanan dan minuman tradisional yang telah tersohor di lidah wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara.

Dengan memanfaatkan pemandangan alam yang indah hamparan gunung merapi singgalang tiada batas dilihat dari simpang Banda Pili Kenagarian Lambah Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam ini menjadi suatu objek wisata alam tersendiri dan tentunya banyak juga makanan dan minuman tradisional sebagai wisata kuliner yang klasik.

Dari objek wisata alam dan wisata kuliner tersebut, menjadi pemikiran untuk membuka usaha kuliner tradisional. Sejak awal bulan Desember 2020 Muhammad Haris merintis bersama kawan-kawan di tempat tinggalnya guna berwirausaha kuliner tradisional.

Pertama mulanya Muhammad Haris membuat tempat usaha kuliner tradisional ini berawal dari tempat kebun bunga di halaman rumah yang disulapnya menjadi tempat usaha kuliner.

Dikarenakan keterbatasan dana untuk membuka usaha tersebut, maka bercerita lah kepada kawan-kawan, cerita ini pun disambut dengan semangat kawan-kawan untuk bersama-sama berwirausaha kuliner tradisional.

Tiga orang pemuda asal simpang Banda Pili Kenagarian Lambah Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam, yaitu Muhammad Haris semester 8 Universitas Negeri Padang Fakultas Ilmu Keolahragaan, Farhan semester 4 Fakultas Hubungan Internasional Universitas Andalas Padang dan Rizki tamatan SMK bagian desainer mempunyai inspirasi mengangkat kembali makanan dan minuman tradisional. Ketiga pemuda ini dari latar belakang pendidikan dan kehidupan yang berbeda guna menyatukan pikiran kepeduliannya terhadap kuliner tradisional.

Disampaikan Muhammad Haris yang mewakili kawan-kawannya, bermodalan iuran ketiga orang pemuda ini masing-masing satu juta rupiah memberanikan diri untuk membuka usaha kuliner teh talua tapai (teh telur tapai) dan pisang kapik ditambah menu lainnya.

Dalam perjalanan satu bulan selesailah tempat usaha kuliner tradisional ini dibangun dengan bekerja gotong royong masyarakat setempat dan anggota tambua tamsa, dengan mengucap Bismillah, Alhamdulillah pembukaannya memulai usaha kuliner ini tepat tanggal 1 Januari 2021.

Mendirikan usaha kuliner tradisional teh talua tapai, pisang kapik dan pisang panggang, asal mulanya taragak (kepingin) makan pisang kapik, dari sinilah terinspirasi bersama-sama kawan-kawan berembuk untuk membuka usaha ini.

Muhammad Haris putra ke 3 dari tiga saudara yang ditinggalkan ayah tercinta tahun 2018, usaha kuliner tradisional teh talua tapai dan pisang kapik ini kepala dapurnya adalah kakak kandung yang nomor 2 dibantu oleh ibunya Muhammad Haris, sedangkan kakak kandungnya yang nomor satu bekerja di swasta. 

Pemuda Kreatif Melestarikan Kuliner Tradisional
 
Belakangan ini anak-anak muda atau yang disebut kaum milenial sedikit tergerus dan tergeser dengan keberadaan kuliner tradisional khas ranah Minang yaitu teh talua tapai, pisang kapik dan pisang panggang, bahkan saat kini lebih cenderung memahami kuliner modern.

Untuk minuman tradisional teh talua itu sendiri banyak ragamnya, ada teh talua biasa, teh talua tapai, teh talua tapai jahe, teh talua pinang. Begitupun makanan tradisional beragam juga jenisnya, seperti pisang kapik, pisang panggang, dan lainnya.
Agar anak-anak muda saat kini tidak terlena dengan kemajuan jaman, maka dikembalikan pada ranahnya anak muda Minang untuk tidak mengabaikan atau melupakan kuliner khas ranah Minang. Jangan sampai ketinggalan jaman dengan adanya kuliner modern, tentu kita dapat menggandengnya.

Sebagai pengurus pemuda di lingkungan tempat tinggal, Muhammad Haris bersama kawan-kawan membantu adik-adik yang sedang sekolah daring dan juga agar tidak keluar dari lingkungan, artinya adik-adik itu sekolah sambil bekerja di tempat usaha kuliner ini.

Keterangan foto : Pemuda pemuda kreatif melestarikan kuliner tradisional

Usaha kuliner tradisional ini dinamakan “Saung Sore” yang memanjakan pengunjung untuk duduk santai menikmati pemandangan alam yang indah sambil minum teh talua tapai, teh talua tapai jahe dan minuman lainnya, begitupun dengan makanannya seperti pisang kapik pisang panggang, mie goreng dan mie rebus khas saung sore dan makanan lainnya.

Di tempat saung sore ini beda dengan tempat kuliner lainnya, mungkin di tempat kuliner (cafe) lainnya ada hiburan music live berupa band atau gitar, tapi di saung sore setiap hari Sabtu ada hiburan music live yaitu musik tradisional tambua tamsa, pengunjung dapat pula melihat langsung anak-anak muda latihan musik tradisional tambua tamsa.

Lokasi tempat ini terletak di jalan raya Payakumbuh Km 7, kalau dari Kota Bukittinggi sebelum jembatan Lundang. Tempat ini dinamakan saung sore karena bukanya mulai jam 14.00 dan tutup jam 21.00 Wib, ini disebabkan pagi harinya anak-anak yang bekerja melakukan belajar daring di rumah masing-masing.

Di lingkungan Kenagarian Lambah Kecamatan Ampek Angkek pemuda-pemuda pun aktif melakukan latihan musik tradisional tambua tamsa, kegiatan ini adalah untuk mencintai musik tradisional ranah Minang dan mengantisipasi pemuda agar tidak keluar daripada jalur adat, budaya dan agama.

Kawan-kawan pemain tambua tamsa maupun di lingkungan menyambut positif mendirikan saung sore dengan tujuan membuka lapangan kerja bagi kawan-kawan, di saat kawan-kawan pemusik tambua tamsa tidak tampil, maka dapat membantu bekerja di saung sore.

Usaha kuliner tradisional ini dengan tujuan untuk mengurangi perlakuan pemuda-pemuda dari perbuatan dan pergaulan yang negatif, masyarakat setempat ikut berpartisipasi bekerja gotong royong mulai dari membangunnya saung sore ini, sehingga dengan adanya saung sore ini warga masyarakat dapat duduk dan minum-minuman sehat dan segar.

Wirausaha Pemuda-pemuda Bernilai Positif
 
Usaha kuliner tradisional yang dikerjakan pemuda-pemuda mendapat tanggapan positif dari Wali Nagari maupun Wali Jorong, masyarakat dan juga ketua serta pengurus Orari lokal Bukittinggi Agam sangat mendukung dengan dibangunnya saung sore ini, karena dapat membantu anak-anak muda di lingkungan simpang Banda Pili Kenagarian Lambah Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam untuk bekerja sambil sekolah.

Menu-menu saung sore ini tidak hanya berputar di lingkungan saja, wal hasil di luar lingkungan banyak yang memesannya, seperti karyawan dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi. kemudian ada juga rombongan pengunjung dari Kota Payakumbuh dan Kota Padang yang singgah.

Dengan banyaknya masukan-masukan dari berbagai unsur lapisan, maka terinovatif untuk memperbaharui dan memperbaiki kekurangan-kekurangan agar menambah berkesan lagi, tempat kuliner kuncinya adalah rasa enak, tempat nyaman dan aman, pelayanan ramah begitu juga ramah lingkungan.

Keterangan foto : Ketua dan pengurus Orari lokal Bukittinggi Agam sedang menikmati teh talua tapai

Harga minuman dan makanan di saung sore cukup terjangkau pengunjung karena relatif standar, seperti harga teh talua tapai 1 gelas Rp8.000.- jika teh talua tapai jahe 1 gelas Rp10.000.- dan minuman lainnya. Sedangkan harga pisang kapik 1 porsi isi 4 buah Rp10.000.-, pisang panggang 1 porsi isi 2 buah pisang dan 2 roti Rp7.000.- untuk makanan lainnya harga standar.

Dengan harga yang relatif tersebut, bak kecek urang Minang “maambia untuang sekete-kete yang pantiang baputa taruih (mengambil untung sedikit yang penting usaha berputar terus)”. Omset perhari tidak menentu melihat dari ramainya pengunjung yang datang, jika dihitung rata-rata pemasukan per hari sebesar Rp150.000.- hingga Rp300.000.-

Diharapkan ada juga rombongan wisatawan mungkin melalui instansi Pemerintah, swasta, dan juga PHRI, Asita yang datang menikmati kuliner tradisional teh talua tapai dan pisang kapik serta menu lainnya di saung sore. Lanjut Muhammad Haris, kedepannya akan membuka beberapa cabang yaitu di Kota Padang dan Kota Yogyakarta. (ISB/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar