News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Iroel Pemuda Inspiratif Melestarikan dan Mengembangkan Ayam Kalkun Hingga Menghasilkan

Iroel Pemuda Inspiratif Melestarikan dan Mengembangkan Ayam Kalkun Hingga Menghasilkan


Keterangan foto : Foto 1 - Iroel menggendong ternak unggas ayam kalkun
 
RMT,Bukittinggi, Suatu ilmu pengetahuan jika diterapkan akan berguna untuk kehidupan masa depan dan dapat pula membantu kehidupan orang tua maupun 2 adiknya, inilah Fadhlur Rahman seorang anak muda bertitel Sarjana (S1) Ilmu Peternakan Jurusan Nutrisi dan Gizi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Andalas Tahun 2015.

Sejak masa kuliah, tepatnya di tahun 2009 mulailah beternak unggas ayam kalkun di rumahnya daerah Jorong Mata Air III Kampung Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Sumatera Barat. Fadhlur Rahman yang akrab disapa Iroel beternak unggas ayam kalkun di dukung orang tua, jadi orang tua cukup membantu dalam pemeliharaan kalkun.

Dijelaskan Iroel putra pertama dari 2 bersaudara, yang menjadi dasar ingin memelihara unggas ayam kalkun adalah karena Iroel terpikir negara Indonesia banyak impor daging ayam kalkun dari luar negeri, dengan melihat potensi daerah Sumatera Barat sebagai sentra peternakan di Indonesia. Maka dari itu sangat cocok untuk melestarikan dan  mengembangkan ternak unggas ayam kalkun di Indonesia khususnya untuk daerah Sumatera Barat.

Keterangan foto : Foto 2 - dikandang ternak unggas ayam kalkun


Adapun jenis unggas ayam kalkun yang dipelihara Iroel adalah jenis Bronze, jenis Golden Palm, jenis White Holland, jenis Bourbon Red, jenis Black Spanish, jenis Penicillium Palm (Silangan bourbon red dan black Spanish) dan jenis Blue slate.

Mungkin tidak ada yang menyangka sebelumnya bahwa unggas ayam kalkun akan sepopuler dan begitu diperhatikan keberadaannya seperti sekarang ini. Sebelum tahun 1500 an kalkun mungkin hanya dipandang sebagai satwa liar biasa yang menjadi hewan buruan tradisional untuk penduduk/suku setempat.

Keterangan foto : Foto 3 - Iroel peternak unggas ayam kalkun


Ayam kalkun sendiri merupakan satwa asli benua Amerika, tepatnya di bagian utara, yang sekarang dikenal dengan negara Mexico, Amerika Serikat dan Kanada. Sebagai hewan yang memiliki perawakan besar, mereka dimanfaatkan suku aztec untuk diambil dagingnya sebagai sumber makanan. Mereka tidak dimanja dan dipuja-puja keindahannya seperti saat ini.

Seiring perkembangan zaman, fungsinya lambat laun mulai berubah. Saat ini mereka tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan dunia kuliner kesehatan saja. Keunikan dan keindahan tampilannya, difungsikan juga untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan atau sebagai ayam hias.

Beragam jenis postur tubuhnya, bulunya indah serta rasa dagingnya yang lezat, tidak disangsikan bahwa ayam kalkun merupakan anugerah bagi para penghobi unggas manapun di seluruh dunia. Mereka telah berperan besar dalam memulai kegemaran untuk memelihara ayam sebagai hewan peliharaan.

Kalkun adalah ayam yang berasal dari Amerika Utara, mereka merupakan satwa purba yang kehadirannya diprediksi telah ada sejak 20 juta tahun yang lalu. Keterangan ini berdasarkan hasil identifikasi fosil-fosil tua yang ditemukan dan telah diteliti oleh para ilmuwan.



Keterangan foto : Foto 4 - bersama ayam kalkun


Untuk memudahkan identifikasinya, setelahnya dikelompokanlah mereka kedalam keluarga phasianidae yaitu, grup hewan sejenis ayam dan burung yang hidup di daratan. Dalam kelompok ini, didalamnya termasuk hewan seperti ayam pheasant, ayam hutan, burung merak dan lainnya.

Setelah beberapa lama pengembangbiakannya berjalan, kalkun yang telah bermutasi ini dibawa kembali ke amerika untuk dikawinkan lagi dengan kalkun liar. Dari hasil perkawinan ini, muncullah varietas baru yang kemudian dijuluki dengan sebutan bronze turkeys.

Memeliharanya unggas ayam kalkun sangat mudah yaitu dengan cara dikandangkan, tetapi sebagian ada juga yang dilepaskan di luar kandang tetapi masih dalam area kandang, dan makanan yang diberikan yaitu campuran dedak, jagung, sayuran seperti sawi daun ambung-ambung, kata Iroel.

Pemuda yang terlahir tahun 1992 ini cukup antusias dalam beternak unggas ayam kalkun, kini untuk populasi kandang jumlah ayam kalkun yang dipeliharanya sebanyak 30 ekor indukan dan 10 ekor pejantan. Melihat khasiat daging ayam kalkun berguna untuk penderita asam urat sangat cocok untuk mengonsumsi daging kalkun, karena daging ayam kalkun itu sendiri kandungan kolesterolnya rendah dan tidak banyak mengandung gula atau karbohidrat, dan bagus juga untuk penderita penyakit diabetes, karena daging ayam kalkun itu kandungan karbon Hidratnya tidak terlalu tinggi.

Untuk hotel-hotel kelas berbintang di Kota Jakarta metropolitan maupun di Provinsi lainnya banyak mengkonsumsi, begitu juga hotel kelas berbintang di Kota Bukittinggi yang menjadikan makanan daging ayam kalkun untuk visitor VIP atau dapat juga memesan daging ayam kalkun selain visitor VIP. Sedangkan di kalangan masyarakat umum banyak juga yang membeli dan memesan daging ayam kalkun.

Memang benar diakuinya Iroel, permintaan akan daging ayam kalkun sudah mulai banyak lagi untuk kalangan hotel maupun masyarakat umum ada juga pesanan daging ayam kalkun untuk pesta perkawinan (baralek). Iroel mengajak marilah kita bumingkan juga akan kita promosikan untuk daging ayam kalkun, seperti harapan teman-teman peternak ayam kalkun di Sumatera Barat.

Dikatakan Iroel yang tergabung dalam Komunitas Pesona Ayam Hias Minangkabau, peternak unggas ayam kalkun ada juga di daerah-daerah lainnya di Provinsi Sumatera Barat. Pada Komunitas Pesona Ayam Hias Minangkabau ini berkumpulnya teman-teman peternak dan pecinta ayam hias beragam jenisnya dari bumi nusantara dan mancanegara, mulai dari ayam yang langka hingga ayam hias.

Keterangan foto : Foto 5 - unggas ayam kalkun sedang makan

Alhamdulillah dengan akan terbentuknya suatu wadah pertemuan para peternak dan pecinta ayam hias se Provinsi Sumatera Barat yang dinamakan Komunitas Pesona Ayam Hias Minangkabau, disinilah bertemu saling bersilaturahmi dan berbincang-bincang permasalahan ayam hias kedepannya.

Lebih lanjut dikatakannya, mengenai pemasaran ayam kalkun sendiri, biasanya Iroel menjualnya dengan harga bervariasi tergantung dari jenis umurnya ayam kalkun. Seperti ayam kalkun usia 1 bulan harganya Rp80.000 sampai Rp100.000, usia 2 bulan harganya Rp125.000, usia 3 bulan harganya Rp175.000, usia 4 bulan harganya Rp200.000, usia 5 bulan harganya Rp250.000, usia 6 bulan harganya Rp350.000 dan usia indukan harganya Rp450.000.-

Untuk usia indukan dan jantan tergantung bobot kalkun sendiri, indukan beratnya sekitar 6 sampai 7 kg bobotnya dan jantan beratnya sekitar 8 sampai 10 kg. Sedangkan daging ayam kalkun 1 kilogram biasanya kisaran Rp70.000 sampai Rp80.000.-

Kalkun adalah ayam yang memiliki tingkat pertumbuhan cukup cepat. Meskipun begitu, pertumbuhannya tidak akan maksimal bila jenis pakan yang diberikan tidak cocok untuk mereka. Pastikan bahwa mereka mendapatkan jenis pakan terbaik dengan kandungan nutrisi dan protein yang tinggi khususnya pada usia awal hingga remaja. Sangat disarankan, pakannya minimal memiliki 28% kandungan protein.

Keterangan foto : Foto 6 - kandang ayam kalkun

Dalam pemeliharaan unggas ayam kalkun ini memang ada sedikit kendala dalam beternak unggas ayam kalkun yaitu ketika musim hujan, kadang banyak ayam kalkun yang sangat rentan terhadap cuaca. Jadi kadang ada yang menyebabkan ayam kalkun yang sakit, cara mengatasinya kalau ada ayam kalkun yang kelihatan ada yang sakit, langsung diberi obat untuk mencegah sakit pada ayam kalkun tersebut. Penyakit yang sering ditemukan pada ayam kalkun itu seperti snot dan mencret pada kotoran ayam kalkun, ucapnya. (ISB/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar