News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kapolres Kota Bukittinggi Launching Penggunaan Alat GeNose C19

Kapolres Kota Bukittinggi Launching Penggunaan Alat GeNose C19

Keterangan foto : Kapolres Kota Bukittinggi bersama Forkopimda memegang alat untuk GeNos-C19


RMT, Bukittinggi - Tantangan tugas Personil Polres Bukittinggi di masa pandemi Covid-19 yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tentu menjadikan kerentanan Personil terpapar virus COVID-19 menjadi lebih besar, menyikapi hal tersebut Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, S.H., S.I.K., M.H berinisiatif mengadakan alat deteksi cepat COVID-19, GeNose C19.

Gadjah Mada Electronic Nose (GeNose) C19 merupakan alat yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dapat mendeteksi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) melalui hembusan nafas.

Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, S.H., S.I.K., M.H melaunching penggunaan alat GeNose C19, dan dihadiri Wali Kota Bukittinggi Erman Safar yang diwakili Sekretaris Kadis Kesehatan Kota Bukittinggi dr. Vera Maya Sari, SP.DLP,MM., Forkompinda Bukittinggi, Wakapolres Bukittinggi Kompol. Indra Sandy Purnama Sakti, SIK,Para Kabag, Kapolsek Jajaran Polres Bukittinggi serta awak media, Kamis (1/4/2021) bertempat di Aula Mapolres Bukittinggi.

Kegiatan launching tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Sekretaris Kadis Kesehatan Kota Bukittinggi, 

"Apresiasi atas respon cepat Polres Bukittinggi mendatangkan alat GeNose C19. Karena dengan alat ini, dapat mendeteksi secara cepat seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak, positif lemah atau positif kuat,” ucap dr. Vera.

Kapolres Bukittinggi, AKBP. Dody Prawiranegara, mengatakan pengadaan alat GeNose C19 ini adalah sebagai bentuk merespon perintah Presiden RI terkait Testing, Tracing, dan Treatment (3 T).

"Kita upayakan untuk pengadaan alat GeNose C19 ini. Nantinya alat ini untuk awal akan digunakan terhadap pemeriksaan personil Polres, Kodim, Pol PP dan petugas di lapangan, serta bekerjasama dengan dinas kesehatan nanti alat tersebut juga kita bisa pergunakan untuk melakukan testing, tracing dan treatment kepada masyarakat yang dipilih secara acak di lokasi tertentu seperti lokasi wisata dan lokasi lainnya, hal itu sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19," pungkas Kapolres Bukittinggi.

GeNose, alat pendeteksi virus corona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), melansir laman UGM, 26 Oktober 2020, alat itu dikembangkan oleh Prof Dr Eng Kuwat Triyana dan timnya. GeNose mendapatkan izin dari Kemenkes untuk menjalani uji diagnostik pada Oktober 2020.
Desain uji diagnostik berupa cross sectional dan triple blinded. Menurut Kuwat, setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan.

Anggota tim peneliti dr Dian Kesumapramudya Nurputra mengatakan, dalam uji diagnostik setiap pasien diambil sampel napas dan sampel swab nasofaring secara bersamaan. Dalam uji diagnostik itu, setiap orang akan diambil dua kali sampel napasnya sehingga total ada 3.200 sampel yang akan diperiksa. Uji diagnostik GeNose akan dilakukan di 9 rumah sakit (RS) di sejumlah Kota di Indonesia.

Cara kerja GeNose menggunakan hembusan nafas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak. Hasil pemeriksaan alat yang menggunakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) itu diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar 80 detik. Kuwat mengatakan pola embusan napas seorang yang terinfeksi COVID-19 akan berbeda dengan pola hembusan nafas orang sehat. Kuwat menyebut, virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menghasilkan volatile organic compounds atau senyawa organik mudah menguap yang khas, ucapnya. (ISB/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar