News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tanggapan Erdison Nimli Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bukittinggi Tentang Surat Edaran Wako

Tanggapan Erdison Nimli Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bukittinggi Tentang Surat Edaran Wako

Keterangan foto : Erdison Nimli Fraksi partai Demokrat anggota Komisi 2 DPRD Kota Bukittinggi

 
RMT, Bukittinggi: Surat Edaran nomor 400/151/Kesra/2021 tanggal 12 April 2021 tentang Himbauan dalam rangka bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah / 2021 Masehi yang dikeluarkan Wali Kota Bukittinggi Erman Safar sangat tepat, karena butir-butir point dari 1 sampai 9 menghimbau masyarakat untuk bersama mentaatinya.

Dijelaskan Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, pada butir point 1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah guna meningkatkan diri kepada Allah SWT, butir point 2. Menjaga kebersihan, ketertiban, keindahan, keamanan dan kenyamanan di masjid, mushola, pasar, sekolah, kantor, rumah serta lingkungan lainnya agar tercipta rasa aman dalam beribadah.

Butir point 3. Menjadikan ibadah puasa sebagai sarana melatih jasmani dan rohani dalam mengendalikan hawa nafsu, mempertebal keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT, butir point 4. Menyantuni fakir miskin dan kaum duafa guna menambah amal ibadah serta memperkokoh kesetiakawanan sosial.

Butir point 5. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, agar mengunci rumah dengan baik, mematikan listrik, mematikan kompor selama melaksanakan ibadah tarawih, dan butir point 6. Menghindari dan membentengi diri, keluarga dan lingkungan dari bahaya terorisme, narkoba, perilaku amoral dan penyakit masyarakat yang dapat menghancurkan masa depan umat.

Lalu butir point 7. Mengantisipasi penularan virus corona (COVID-19), butir point 8. Mengendalikan diri dari segala perbuatan yang dilarang agama, adat dan peraturan perundangan-undangan dan butir point 9. Menghentikan kegiatan hiburan di hotel, cafe, karaoke, warung internet, game online, play station pada waktu ibadah puasa dan shalat tarawih.

Dari Surat Edaran tersebut mendapat tanggapan Erdison Nimli anggota Komisi 2 DPRD Kota Bukittinggi yang mengatakan kita berada di negeri “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur” negeri yang berfalsafah Adat Basandi Syar’a, Syar’a Basandi Kitabulah (ABS-SBK). Di sinilah adanya aturan agama dan aturan adat menjadi pengikat untuk diikuti masyarakat Kota Bukittinggi.

Lebih lanjut Erdison Nimli yang akrab disapa Uncu dari Fraksi Partai Demokrat menjelaskan, di bulan Ramadhan 1442 H/2021 M, masyarakat harus mempunyai raso periso. Pedagang makanan minuman tidak diperbolehkan menjualnya di siang hari, tapi setelah waktu sholat Ashar, boleh menjualnya bukan untuk dinikmati di tempat tersebut, tapi membelinya dibungkus dan dibawa pulang untuk berbuka puasa.

Uncu mendukung program ataupun himbauan Pemerintah Kota Bukittinggi menghargai kaum muslimin muslimat yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan tenang, nyaman tanpa ada kegaduhan atau persoalan-persoalan yang tidak menurut ajaran agama.

Pihak yang berwenang seperti SK4 harus mengadakan razia kelambu setiap hari, jika kedapatan berjualan makanan minuman di siang hari, angkut saja dan bawa ke kantor untuk diberikan arahan. Program Kota Bukittinggi yang dicanangkan Wali Kota Bukittinggi Erman Safar yaitu “Bukittinggi Hebat”, hebat yang berlandaskan pada falsafah Minangkabau ABS-SBK.

Diharapkan petugas satpol PP menjaga masjid di waktu sholat artinya untuk pengamanan jamaah yang akan sholat, ataupun di waktu sholat dan juga setelah sholat. Mengenai cafe tempat makanan minuman di malam hari, boleh membukanya setelah sholat tarawih, pungkasnya. (ISB/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar