News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tempat Pabukoan Diserbu Warga Masyarakat Kota Bukittinggi

Tempat Pabukoan Diserbu Warga Masyarakat Kota Bukittinggi

Keterangan foto : Desnawati dan pembeli lainnya makanan untuk berbuka puasa di Kios samba nisam

Bukittinggi, Khazanah- Aktivitas masyarakat disetiap daerah Kabupaten maupun Kota, jika bulan Ramadhan tiba warga masyarakat disibukkan dengan membuat dan merencanakan makanan dan minuman yang akan dijual di rumah, di pasar maupun di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

Pantauan di lokasi tempat-tempat penjualan pabukoan (makanan minuman untuk berbuka puasa) di sekitar Kota Bukittinggi di bulan Ramadhan 1442 Hijriah hanya ada di beberapa titik daerah lokasi saja, karena situasi pandemi COVID-19 Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi memperketat dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona di Kota Bukittinggi.

Di sekitar jembatan gantung menuju arah ke pasar bawah, bermacam-macam orang menjual pabukoan, tampak perkede, pisang goreng, cindua, kerupuk sanjai dan lainnya. Bendi-bendi pun berbaris dengan rapi menunggu penumpang yang akan naik bendi.

Di pasar bawah sebagai sentra penjualan sayur mayur, ikan, daging dan kebutuhan sehari-hari. Menjelang sore hari banyak penjual pabukoan di sekitar belakang dari pasar bawah atau dekat surau Nyiak Jambe, salah satu tempat penjual pabukoan dengan nama kiosnya “Samba Nisam” yang sangat sederhana dengan bermacam-macam jenis masakan siap saji yang dijualnya.

Tiga wanita bersaudara yang melayani pembeli di kiosnya agak sedikit kerepotan melayani pembeli yang menyerangnya dari depan dan belakang, ketiga kakak beradik ini cekatan dalam melayani pembelinya. Dengan berlandaskan keyakinan pada Allah dan ramah tamah kepada sesama hamba Allah, maka kios Samba Nisam ini laris habis dibeli pembeli.

Ketiga  kakak beradik ini tidak dapat dikonfirmasi karena sibuknya melayani pembeli yang menyerangnya. Pelanggan tetap Samba Nisam yaitu Desnawati salah seorang pembeli yang ditemani suaminya, ketika ditanya, mengatakan di kios Samba Nisam ini sambanyo baru tibo angek-angek dan pulo rasonyo lamak (masakan lauk pauk baru datang hangat-hangat dan rasanya enak) dan harganya pun biasa saja tidak semahal di rumah makan.

Lebih lanjut dikatakan Desnawati, seharusnya pelaku-pelaku kuliner yang juga sebagai pelaku-pelaku usaha mikro ini diperhatikan Pemerintah Daerah. Jadi kini bagaimana mengemas dalam satu wadah atau himpunan yang nantinya dapat menunjang pariwisata Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, pengunjung yang datang berwisata ke Kota Bukittinggi pasti ingin merasakan kuliner khas yang ada di Kota Bukittinggi, ucap Desnawati.

Dari belakang pasar bawah menelusuri jalan menuju Masjid Agung yang macet dikarenakan setiap hari Rabu dan Sabtu di Kota Bukittinggi dapat dikatakan hari balai atau hari pakan, jadi di setiap hari Rabu dan Sabtu harus banyak bersabar melintasi daerah-daerah pasar.

Lain halnya penjual pabukoan di depan masjid Jami Garegeh, pedagang ditempatkan di depan Masjid yang berada di tepi jalan dengan pembayaran pedagang yang menempati kios sedekah untuk Masjid, artinya pembayaran langsung bersedekah ke Masjid. (ISB/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar