News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hebat, Kepala Keluarga Ini Dapat Sertifikat

Hebat, Kepala Keluarga Ini Dapat Sertifikat

keterangan foto: Linda Feroza sedang memberikan sambutan


RMT, Bukittinggi: Visi Misi Walikota Bukittinggi  Erman Safar dan wakilnya Marfendi  salah satunya mengangkat perekonomian masyarakat dengan sejumlah program, termasuk diperuntukan bagi keluarga kurang mampu tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH). 

Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi Linda Faroza, SH, MM, Jumat (11/06/2021) mengatakan program pemberian bantuan sosial bersyarat yang diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera yang ditetapka  sebagai keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Dimana masyarakat yang tercatat sebagai peserta PKH diharapkan berhasil "naik kelas" dan meraih Graduasi Berdikari Sejahtera sehingga kualitas hidupnya semakin membaik.

Sebagaimana diketahui, kemarin Kamis (10/06/2021) sebanyak 76 orang penerima manfaat Program Keluarga Harapan ( PKH)  di kota Bukittinggi menerima sertifikat Graduasi Berdikari Sejahtera,sertifikat tersebut diserahkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Setdako Bukittinggi Isra Yonza di Balairung Rumah Dinas Walikota Bukittinggi  di Belakang Balok.

Dikatakan Linda Faroza, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhasil naik kelas itu tentu memberikan semangat dan tekad bagi KPM lainnya yang telah tergolong mampu.

Keterangan foto:  Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi Linda Faroza

"Hal ini juga berperan dalam menurunkan angka kemiskinan di Bukittinggi. Kita juga telah menyerahkan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) kepada  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru. Terhitung sejak Februari 2021 lalu, telah ada 1.139 Kepala Keluarga penerima PKH. Nah, selama program PKH dari akhir 2016 silam hingga sekarang  sebanyak 222 Kepala Keluarga telahb keluar dari PKH,"ujarnya

Pimpinan BRI Cabang Bukittinggi Hari Prasetya menyebutkan BRI berperan  membantu dinas sosial dalam penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH), hal itu telah dimulai sejak tahun 2016 lalu hingga sekarang. BRI telah ditunjuk oleh pemerintah pusat agar anggaran yang dikuncurkan tersebut benar - benar diterima oleh si penerima dengan baik. Ia menambahkan, sebetulnya BRI  bukan semata membantu dalam penyaluran dana PKH bersama Dinsos tetapi program sosial lainnya juga mendapatkan fasilitasi oleh bank ini.

"Saat ini ada 1.184 KKS PKH yang aktif di BRI. Tentu dengan digraduasinya 76 Kepala Keluarga itu, ada kenaikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 40 Kepala Keluarga,"katanya

Disebutkan, bagi penerima Sertifikat Graduasi maka BRI sebagai agen pembangunan juga menyediakan fasilitas pembiayaan untuk berwirausaha dikarenakan keterbatasan dana.

"BRI memiliki fasilitas kredit untuk usaha produktif, yaitu Kredit Super Mikro tanpa anggunan dengan maksimal plafon peminjaman Rp 10 juta dengan tingkat suku bunga 6 persen setahun,"tambahnya

Pengajuan fasilitas kredit itu memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar dan memiliki usaha yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi terkait. Disamping itu, terdapat juga Kredit Mikro dengaj maksimal plafon peminjaman Rp 50 juta dengan syarat minimal usaha telah berjalan 6 bulan.

Pelaksana Tugas (PlT) Asisten II Setdako Bukittinggi Isra Yonza yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perindustrian dan Tenaga Kerja  optimis upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan bersinergi  bersama banyak pihak. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Bantuan yang diberikan  masyarakat penerima program  bernilai manfaat, meskipun nominal atau jumlah bantuan tersebut tidaklah besar.

Keterangan foto :Plt Asisten II Setdako Bukittinggi Isra Yonza menyerahkan sertifikat Graduasi Berdikari Sejahtera kepada 76 orang penerima manfaat PKH Kota Bukittinggi

Pemerintah Kota Bukittinggi ingin Kepala Keluarga atau keluarga penerima progran serupa PKH tidak stagnan dalam merubah tingkat ekonominya,  sehingga setiap tahun semestinya ada keluarga yang keluar dari data Program Keluarga Harapan lantaran  lebih maju dan mampu berdikari sendiri. Bantuan yang diterima terhadap program yang ada harus dipergunakan pada peruntukkannya, seperti untuk pembiayaan keperluan sekolah, pendidikan, dan kebutuhan primer rumah tangga.

"Penerima graduasi itu harus bertekad untuk perubahan ke arah yang lebih baik, seperti halnya program kucuran anggaran dari BRI untuk permodalan, sektor usaha dan ekonomi yang digeluti tetap berkembang pesat, disamping itu pemanfaatan teknologi di era sekarang memang dibutuhkan demi keberlangsungan usaha,"ucapnya (AI/TJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar